Hasrat Tak Dikenali

Malam itu aku seharusnya tidur. Baju belel yang biasa kujadikan sarung untuk penepis dingin belum juga tersentuh. Cokelat panas yang asapnya sudah tak meruap mulai protes ingin segera masuk perut, tapi kubiarkan dulu. Karena ada yang lebih haus untuk protes, yang belum pernah kurasakan sejak wali kelas SD-ku mengatakan bahwa kelas akan study tour akhir pekan nanti. Sesuatu … Continue reading Hasrat Tak Dikenali