“Critical Eleven”: Gambaran ‘Gelap’ Pasangan Kelas Menengah Berkarir di Indonesia

Di satu titik dalam masa-masa sekolahku, saat pemikiranku masih naif dan bahan bacaanku belum kaya, aku sempat berpikir bahwa aku takkan mau menikah. Gagasan pernikahan rasanya terlalu maju, jauh, dan mengerikan bagiku yang saat itu masih berpacaran (atau tepatnya pacar-pacaran). Berbagai pertanyaan dan kritik atas banyak hal terus kulancarkan agar menghindari komitmen: "Apa rasanya hidup … Continue reading “Critical Eleven”: Gambaran ‘Gelap’ Pasangan Kelas Menengah Berkarir di Indonesia

‘Age of Bones: Zaman Belulang’ Review: A Play with No Compass

My bizarrely riveting 90-minute experience of witnessing Sandra Thibodeaux’s “Age of Bones: Zaman Belulang” at Aula PSBJ Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran on October 12, was this week’s real page-turner. It was bizarre because it felt like being in the same world with Nemo’s only without coral reefs or resplendent cerulean backdrop, yet it was … Continue reading ‘Age of Bones: Zaman Belulang’ Review: A Play with No Compass

Antara Gelap dan Terang: Ketakutan dalam Film _Lights Out_

Menurut saya, film horor yang baik adalah film yang mampu menampakkan sifat buruk manusia atau hal-hal yang perlahan menggerogoti sifat baik manusia melalui cara-cara yang subtil. Tak hanya menampilkan hantu-hantu berwajah mengerikan, ditambah suara musik pengiring yang membuat jantung nyaris copot, tapi juga mampu menyampaikan ide bahwa sisi gelap manusia dan sifat-sifat yang dibawanya (marah, dengki, benci, dendam, berkabung dan lainnya), sama juga dengan sifat-sifat … Continue reading Antara Gelap dan Terang: Ketakutan dalam Film _Lights Out_