Puisi: Zaitgais

ini waktu atau jelaga? makin tiba keujung, makin gerah kudibuat lebih jauh kubingung malah rusak berkelebat ini waktu atau jelaga? unta sudah bunting kucing jadi anjing sapi jadi "orang penting" pun sejiwa sanggup berlari (laut turkwa jadi 011 Turki umpat para pendukung! gantung yang mencari! kelupas kulit; kelut kelahi) O, penjinak denting! ini waktu bukan … Continue reading Puisi: Zaitgais

Puisi: Wasiat Siddhartha

  malam di Sunyavima, kuadu tatap raja hutan yang mati, tergantung di rubanah wihara. matanya menganga seperti kupu-kupu Bhutan masuk, berkoloni di dalam dada; ia bisikkan, "selamatkan anak-anak" sekarat bekas tak diberi asupan menggigil dibelai Setan malam keluar dari sangkarnya; kukatakan pada para belulang simpan jasadnya biar pening sendirian di bawah tanah dihisap waktu sampai … Continue reading Puisi: Wasiat Siddhartha

Puisi: Kekala

Di atas kita, surya cekikikan Ia dan bulan saja bisa berdekatan Stasis dalam meridiannya Lengang dalam telapak Bhatarakala Bagimu, aku si liyan signifikan: Perempuan, usang dan enggan Perlambang degradasi tak beresensi Bagiku, tak demikian Kugeraham remah merahmu Kesahnya biarku lahap Peluh kutelan Mata arogan Kawan kecilku sengaja melamun Tengadahnya menjantung stakato Ia bilang, "kalian bersama, … Continue reading Puisi: Kekala