Hasrat Tak Dikenali

Malam itu aku seharusnya tidur. Baju belel yang biasa kujadikan sarung untuk penepis dingin belum juga tersentuh. Cokelat panas yang asapnya sudah tak meruap mulai protes ingin segera masuk perut, tapi kubiarkan dulu. Karena ada yang lebih haus untuk protes, yang belum pernah kurasakan sejak wali kelas SD-ku mengatakan bahwa kelas akan study tour akhir pekan nanti. Sesuatu … Continue reading Hasrat Tak Dikenali

Yang Terlewatkan di Komuter dari Stasiun UI

23 Februari 2017. Sore itu komuter padat. Jarum panjang jam mengarah menuju angka 5. Semua orang, laki-laki, perempuan, anak-anak, menempelkan ranselnya di dada masing-masing, memeluk erat agar tak ada tangan nakal yang sudah terlalu lama tak pegang barang berharga. Beberapa orang tampak mengenakan penutup mulut dengan warna bervariasi. Ada yang choral, turquoise, hijau tosca, tapi … Continue reading Yang Terlewatkan di Komuter dari Stasiun UI

Perempuan yang Meniti Jalan

Kita duduk berhadapan. Tapi kau jadi yang pura-pura. Kau tak bisa diam. Karena mulutmu sibuk bicarakan dirinya. Sesekali kauusap kepalamu. Panas mengingat-ingat kenangan. Dua kali kau pejamkan mata. Jengah membahas yang seharusnya ditelan saja. Dari seberang meja, kuhamparkan seluruh raga. Dengarkanmu yang tak henti-hentinya bersuka cita. Kau menangis. Kuberikan bahu. Tapi air mataku ikut turun. Karena … Continue reading Perempuan yang Meniti Jalan

10 November: Hari Pahlawan, Hari Jadimu

Ketika orang ramai bicarakan gawai terbaru, ia lebih pilih ponsel lamanya. Abang sibuk bisik-bisik soal drone paling canggih, atau layar paling lebar biar menonton film jadi lebih puas, ia cukup bilang: "ah yang penting bisa telpon dan kirim sms." Ketika ibu sibuk upload foto di instagram habis selesai dinas, ia sibuk mencibir. Meski begitu, ada yang … Continue reading 10 November: Hari Pahlawan, Hari Jadimu