NEC HIMSI 2016: Final Cerpen Bahasa Inggris di Binus University

Hari ini…random. Seneng, haru, ga nyangka. Tapi lebih banyaknya seneng sih. Well, gue presentasi tentang cerpen gue di Binus University! Di acara National English Competition anak-anak Hima Sastra Inggrisnya gituu. Karena gue menetap di Jatinangor dan acara finalnya di Kebon Jeruk, jadi gue rela-relain deh balik dulu ke Tangerang. Sebenernya gue bisa aja sih presentasi via skype, tapi esensi ikutan lombanya ga kerasa deh *sok iye lu Wan* wkwkwk. Yah itung itung ngobatin kangen sama nyokap bokap deh.🙂

Semuanya dimulai dengan kisah pengemudi taksi kami yang tiba-tiba curhat soal istri barunya. Hahah sumpah lah ini random banget. Jadi pas gue sama nyokap masuk ke dalem mobil, ya nyokap gue basa-basi. Trus tiba-tiba pak pengemudinya langsung cerita gitu. Hahaha. Gue cuma bisa merhatiin percakapan mereka di kursi penumpang belakang. Kurang lebih dia cerita bahwa istrinya yang orang Sunda itu rada males masak. Trus jadilah dia sekarang langganan bubur yang pake gerobak di depan kompleks gue. Kesian sih sebenernya. Tapi nyokap gue cuma bisa menyabarkan dia. Allah pasti akan membalas dengan yang lebih baik, Pak🙂

Akhirnya kami sampe di Binus University. Karena itu pertama kali gue ke kampus elit itu, gue terperangah wkwk dan mikir “buset ini kampus apa mol?” Soalnya bentuk bangunannya lebih bagus dari mal terdekat dari kampus gue hahaha. Sempet kami agak bingung nyari ruang auditorium kampus Anggrek karena gedungnya banyak banget. Untunglah setelah nanya sana-sini kami sampe ke auditorium ala-ala bioskop blitz megaplex gituuu. Gue sebenernya lebih terperangah (oke kata ini sepertinya akan terus muncul yah) sama interior bangunannya.

Binus 1-min

B612_20160528_084733

Dan gue baru taulah hari Sabtu kampus ini masuk kuliah haha. Masih ya. Jadi inget SMA dulu. Huft.

Tempat gue akan presentasi adalah di lantai 4, jadi gue punya banyak kesempatan untuk liat-liat ke bawah dan foto-foto. Salah satu spot yang paling gue suka di gedung ini adalah lobi bawahnya. Jadi bentuknya kayak kantin gitu, tapi lebih cocok buat diskusi ato ngerjain tugas.

Lobi Binus-min

Pas gue dateng semua mahasiswa lagi berhamburan, dan sebagai anak Unpad di nangor, gue berasa lagi dateng ke Unpad Dipati Ukur. Feeling-nya beda coi masuk situ. Anak-anaknya pakaiannya kece, belum tampangnya, belum bodinya, belum rambutnya, belum segalanya. Dan kebanyakan kulitnya bersih semua gitu. *langsung liat kulit sendiri* *trus galau sendiri* hahaha astaghfirullah!

Jam 9 acara inti dimulai. Total finalis lomba itu ada 20 orang. Kategorinya SMA dan Universitas. Sebagian ada yang presentasi lewat skype, dan sebagian yang lain naik ke atas panggung. Secara keseluruhan, gue gak nyangka anak-anak SMA jaman sekarang bahasa Inggrisnya udah bagus bagus banget. Ya gatau sih ya mungkin waktu gue SMA gue belom pernah ngeliat anak SMA lain ngomong bahasa Inggris. Peserta yang dari SMA hampir semuanya dari SMK Penabur. Well, no wonder lah ya. Di kelasnya mungkin mereka lebih sering interaksi pake bahasa Inggris dibandingkan pake bahasa Indonesia.

Jadi cerita pendek gue judulnya How Dzigbode Lost His Pet Cow and Died with It; intinya adalah tentang bocah laki-laki Afrika yang lagi nyari sapi peliharannya sebelum hari Qurban tiba. Dan Qurban di situ maksudnya bukan hari Idul Adha kayak yang kita pahami di Indonesia. Di Ghana, di waktu-waktu tertentu, ada tradisi ini di mana mereka harus membunuh sejumlah sapi untuk menghormati para roh atau leluhur atau orang terdekat mereka yang baru aja meninggal. Nah, karakter utamanya, Dzigbode, lebih suka ngomong sama hewan dibandingkan sama manusia. Dia juga gak terlalu suka ngumpul sama temen-temen sebayanya. Ditambah, kalo misalnya Dzigbode pulang ke rumah, ibu sama bapaknya selalu mukul dia karena dia dianggap “penyihir” dan karenanya “bawa sial” di keluarganya. Sampe pada akhirnya, Dzigbode tau bahwa sapi peliharaan kesayangannya “dikirim” ke tempat pembantaian hewan oleh bapaknya sendiri. Endingnya? Well, baca sendiri yah cerpennya wkwk.

Selama lima menit, gue harus ngejelasin detil cerita pendek gue. Dari isu yang mau diangkat di cerita itu, latar belakang ide cerita, gaya penulisan, sampe sedikit petunjuk-petunjuk (kayak pemilihan kata, dialog, atau lainnya) di ceritanya yang berhubungan dengan tema utamanya, yaitu “Escaping Reality.” Nah, ada kejadian yang agak disayangkan sebenernya. Jadi kan gue pake PPT gitu kan (dan finalis yang pake PPT bisa diitung jari) dan waktu gue habis di slide keempat. Padahal slide terakhir itu yang paling penting hahaha. Yaudahlah ya.

Jurinya ada dua. Cewek cowok. Juri yang cewek itu dosen sasing di Binus, namanya Paramitha. Yang cowok penulis novel, namanya Reza (kayanya sih dari Binus juga). Komentar mereka berdua secara umum adalah mereka “tertarik sama judul gue” dan pemilihan kata-kata yang gue pake di cerpennya. Gue juga ngejelasin sih bahwa cerpen gue ini sangat dekat dengan animisme. Ada beberapa tanda di ceritanya yang menunjukkan bahwa benda-benda mati itu gue perlakukan seolah-olah hidup, contohnya: “the moon took charge of the sky; her soothing aura accompanied Dzigbode walk home” atau juga “the sun careened”. Mereka berdua suka sama judul gue wkwk. Gue makin seneng pas Ms. Paramitha bilang bahwa “[she] likes everything in [my] story.” Yeay!🙂

Selesai 20 orang tampil, ternyata pemenangnya gak langsung diumumin. Jadi abis acara presentasi itu ada seminar lagi tentang kepenulisan. Pengen sih gue ikutan. Tapi dari pagi gue belom makan, dan kalo mau makan ga boleh di dalem auditorium. Trus gue males balik lagi ke lantai 4-nya hahaha. Jadi yaudahlah sekalian balik.

Di perjalanan pulang, gue gak berharap banyak sih. Soalnya ada tadi satu peserta dari UI, namanya Aria Gita, yang menurut gue paling bagus dari semuanya. Beda sama gue, dia gak pake PPT, jadi dia impromtu ngomong di depan. Gue suka sama penjelasan dia yang hidup dan begitu humoris. Di cerpennya, dia ngangkat isu mispersepsi orang-orang terhadap penyakit jiwa selama ini. Gue penasaran banget mau baca cerpennya, judulnya The Hollow, The Broken. Dan komentar Kak Reza pertama kali adalah “wow”, yang bikin semua orang di ruangan itu juga….wow! Cewek ini pasti pemenangnya, gue membatin. Kenapa sih yang paling bagus harus ditaro terakhir? Bikin minder aja sumpah. Wkwk. Kan di jalan pulang jadi kepikiran mulu.

Auditorium-min

Sebelum balik ke Ciledug, gue nyempetin foto-foto dulu bentar wkwk.

1464412657542

1464412708519

Sorenya, gue langsung tidur dan gak peduli apa yang terjadi. Gue gak mau ngeliat rekaman vidio gue presentasi karena pasti gue mengumpat diri sendiri keras-keras hahahaha. Yaudah. Akhirnya gue tungguin tuh sms abis salat maghrib. Ada pengumuman gak dari panitia. Ternyata belom. Gue cek website NEC HIMSI, kabar terbarunya cuma daftar nama finalis hari ini. Berarti mereka masih sibuk kali.

Eh trus yaudah, sambil nunggu isya, gue nonton vidio presentasi orang sebelum akhirnya hape gue bunyi, dan ada sms:

“Pemenang lomba cerpen berbahasa Inggris NEC HIMSI 2016:
SMA:
1. Dharlene (SMK Penabur)
2. Tabitha (SMK Penabur)

Universitas:
1. Aria Gita (Universitas Indonesia)
2. Himawan Pradipta (Universitas Padjadjaran)
Selama yaaa!”

Alhamdulillah dah wkwk. Gue ga nyangka sumpah. Tadinya gue kira anak UI dua duanya yang menang, karena mereka berdua fasih banget ngejelasin cerita mereka, while gue…..sampah wkwk.

Oke deh. Segitu dulu. Bye!

4 thoughts on “NEC HIMSI 2016: Final Cerpen Bahasa Inggris di Binus University

  1. Meramu budaya lokal (kurban) + kultur regional yang lebih luas (animisme) dengan aspek khas cerita (ngomong sama binatang)? Sepertinya menarik.
    Apapun, pokoknya: “Selamat!”
    (PS: sudah beberapa kali lewat Binus, tapi tidak tahu kalau dalamnya mantap gitu🙂 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s