Kursi Panas SUJS

Ini cerita tentang Seminar Usulan Judul Skripsi (SUJS) Sastra gue. It’s not a publicly readable writing I believe. I just think that I might have to write it down so that it wouldn’t trouble me anymore, and so I can move on to another phase in my life. Sapa tau suatu saat gue udah sukses (amin) dan baca-baca tulisan ini lagi trus tiba-tiba nangis dan sedih aja karena sadar betapa begonya gue waktu itu (dan sekarang juga). He.

Gue dapet urutan ke-15 di hari pertama, dan udah hampir jam 4 sore, which means…gue adalah orang terakhir yang presentasi. Itu adalah kondisi di mana semua orang, gak dosen gak mahasiswa, udah pada bete, stres, dan pengen cepet-cepet balik dan keluar dari segala jenis kepenatan di alam semesta.

Awalnya gue agak bisa bernapas lega karena sebelumnya Justine harusnya maju duluan. Tapi entah kenapa tiba-tiba pas udah duduk di depan dan lagi nyiapin materi presentasinya, dia balik lagi ke kursi penonton dan gue denger Pak Ari manggil, “Himawan!” Masyaolooh. Mungkin karena ada kendala di infokusnya ato laptopnya yah, jadinya gue langsung sesak pas masih nyari sisa-sisa oksigen di ruang itu.

Dari awal, emang gue gak punya stance yang jelas tentang skripsi gue. Pertama kali ngebaca Kim dan Jungle Book series, satu-satunya hal yang kepikiran dalam otak adalah coming-of-age karakter utamanya. Tapi setelah baca-baca lagi, I realized that there are some things waaaaay more complex than just that. Ada hubungan yang menarik antara Inggris, Irlandia, dan India dalam karya-karya itu, and I thought that that could be a good premise to start off for my skripsi.

Gue gak akan membahas apa-apa aja spesifiknya yang akan dibahas dalam skripsi gue ntar. Poinnya adalah, by the time my turn for presentation comes, I simply have litle to talk about. Dosen-dosen bilang bahwa apa yang akan gue bahas udah pernah dibahas extensively sama orang lain, dan gue harus caritau apa hal baru yang akan gue tawarkan untuk skripsi gue nanti.

Walhasil, since I blanked and made so many digressive arguments which Pak Ari then stated that he “totally ha[d] no idea what [I was] talking about”, gue akhirnya akan membahas perjalanan tokoh utama di novelnya untuk menemukan dirinya. Dosen-dosen bilang, bahasan gue akan jadi biasa-biasa aja kalo gitu–“mediocre at its best.” So, my title for skripsi is officially “Aktualisasi Diri dan Identitas Personal dalam Tiga Karya Fiksi Rudyard Kipling.”

Pas dikasih tawaran judul itu, honestly, there are some part of me that cracks, karena self-actualization itu akan jadi bahasan di bab 2. Tapi ya, sudahlah. This might be what I deserve and earn…

…for which I hope I could be grateful.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s