Kaleidoskop 2014

Hampir setahun sudah waktu berlari dari 2013. Dua puluh tahun berasa kayak roket yang meluncur tiba-tiba. Lentera 2015 mulai terlihat di seberang sana, namun selang sehari menuju ke sana, berbagai pikiran dan kecamuk dalam hati menyerbu pelan-pelan.

Ya Allah, alhamdulillah gue bisa kembali mencurahkan isi hati dan isi pikiran gue setelah semester lima Sastra Inggris Unpad yang menguras waktu, energi, dan uang. Bener-bener isi hati. Akhirnya malem ini gue dapet kesempatan untuk bisa blow up apa yang ada dalam hati (cieh). No, seriously. Semester kemarin tiap kali gue berhadapan sama laptop, pasti isi tulisan gue gak jauh-jauh daribuku babonnya Barthes, Sartre, atau Derrida, yang asyik dibaca tapi bikin mual kalo diliat lama-lama. Dan anyway, nilai gue udah keluar. Haaaaaaa. Gak nyangka dikasih nilai 71,00 sama Bu Atwin untuk mata kuliah Selected Topics in Literature. I knew I was going to score that because I kinda sucked at the presentation session. Hehehe.

Anyway…

Dua hari lagi komplek gue bakalan rame sama bunyi terompet dan asap panggangan ayam atau ikan atau kambing (yeeeeay!). It’s new year! Tapi yang paling terpenting adalah, sementara temen-temen gue di Tangerang udah pada sibuk skripsi dan Ujian Penelitian buat calon skripsi mereka, gue sibuk mikirin so-called resolusi buat tahun depan. Hihihi. Gue baca di satu website ini yang bilang kalo tiap tahun baru tiba, kita harus buat semacam lis tertentu yang berisi hal-hal atau pencapaian apa aja yang akan kita raih di tahun selanjutnya. Isi lis itu gak harus sesuatu yang baru, tapi bisa sesuatu yang belum sempet kita lakukan di tahun sebelumnya.

Nah, yang mau gue share di post ini bukan tentang lis panjang itu. Abis solat Isya malem ini, entah kenapa pas gue doa setitik air mata jatuh membasahi pipi (duh!) hahaha seriusan, tiba-tiba rasa kebas gue yang hampir dua minggu di tangerang gue habisin buat internetan, nonton Breaking Bad sampe subuh, ato cuma leha-leha di depan TV sambil ngintip-ngintip baca Changing Places yang dari semester satu belom gue selesein. Entah kenapa gue keingetan sama nyokapnya Dichi, salah satu anak Sasing seangkatan gue juga, yang lagi sakit. Keingetan itu, gue langsung keingetan nyokap gue sendiri, dan…ya I suddenly became a baby because remembering about my mom kills me softly. Jadilah nangis seada-adanya. Hehe. But I was grateful I did tho.

Setelah tepekur itu, gue langsung kepikiran untuk nulis. Apapun. So, I thought about what I have achieved this year lately, and I thought that might be useful for me. Yah, gue pun tiba-tiba inget sama pepatah: manusia yang tidak menulis adalah manusia yang akan terhapus dari sejarah. Lupa siapa yang ngomong.😛

Kalo ibarat facebook, ini adalah kaleidoskop event-event gue untuk tahun 2014:

1. Liburan ke Lombok. Jelas banget. This is definitely the first to single out. Gue bersyukur banget bahwa Allah selalu ngerti apa yang gue butuhkan hehe. Karena setelah liburan itu kuliah masuk semester lima. Yaa setidaknya bisa refresh dulu sebelum dicekokin buku-buku tebel dan lain-lain. Gue ke sana bareng nyokap karena nyokap lagi dapet tugas dinas gitu ke sana. Dan beliau dapet Golden Miles dari Garuda or something–gak taulah. Jadilah gue nimbrung.

Pantai Senggigi Lombok
Pantai Senggigi Lombok
Gili Trawangan - Smiiiiile!
Gili Trawangan – Smiiiiile!
Pantai Kuta
Pantai Kuta

2. Debating Club. Ya, dari awal gue masuk sasing, ngarepnya gue adalah bisa menemukan satu komunitas yang khusus ngomong, diskusi, dan debat dalam bahasa Inggris. Bahas apapun. Dari awal semester satu gue nyari-nyari dan akhirnya masuk yang UKM Universitas, English Speaking Union, which did not turn out very good. I kinda excluded myself from it due to personal, private excuses. Hehehe. Nah, pas kemaren banget, semester lima masuk, beberapa anggota Gelanggang Mahasiswa Sastra Inggris, especially Nadira, berhasil membuat struktur dan SOP. Yah meskipun belum booming, tapi seengganya ada pergerakan dulu. Thanks a bunch!

Photo0242

3. Mengajar di Bimbel Consent. Lagi-lagi, Allah tau kebutuhan gue. Semester lima ini emang gue rasain adalah semester yang jauh lebih lengang dibandingkan semester-semester sebelumnya. By “lengang” I mean the schedule of the lectures, tapi kalo tugas………jgntanya. Gue emang kepingin banget ngajar dari semester dua, dan Kang Tatang dari Sastra Arab 2011 waktu itu nelfon gue dan langsung disuruh ke cabang Bimbel Consent di Ujung Berung, which only takes 45 minutes from Jatinangor. Awalnya gue bingung Bimbel apaan nih namanya Consent–baru pertama banget denger. Tapi yaudahlah ya. Namanya niat baik tujuannya juga harus baik, gak boleh main gengsi-gengsi ah. Hahaha.

Menariknya, kalo semester dua gue ngajar anak kuliahan (ada yang seangkatan ada juga senior), semester lima ini, karena gue ambil mata kuliah Teaching: Principles and Methods-nya Bu Teti, jadilah gue harus ngajar anak maba sasing 2014, which was SUPER FUN. Dan, di bimbel ini, guess what? Gue harus ngajar anak SD, SMP, dan SMA. Hahahaha. Sure as hell it was challenging.

Dan Ini salah satu penampilan ruang kelas gue ngajar di bimbel:

Photo0269
Nice, yea?

4. Jalan-jalan ke Palasari! Pas awal semester, dosen-dosen selalu ngerekomendasiin kami para mahasiswanya untuk beli textbook di Palasari, di mana hampir semua jenis textbooks kuliah ada di situ dengan harga yang udah dibanderol murah. Walhasil, gue ajak salah satu sahabat di Sasindo, Indri, untuk nemenin ke sana. Ternyata, yang gue kira di sana cuma ada satu toko, pas gue sampe Palasari, dari kiri sampe kanan semuanya berjejer toko buku. Indri bilang kalo pusat tokonya ada di bagian tengah, jadi kita gak perlu windowshopping. Untung gue gak pergi sendiri. Kalo iya, pas pertama nyampe dan langsung beli di toko pertama yang gue liat, gue udah nyesel mungkin. Hehe.

Seselesainya, kami makan di Bebek Salero setelah ngalay deket Alun-alun Bandung yang sekarang udah kayak lapangan bola.

Bebek Salero dari dalam
Bebek Salero dari dalam

Photo0278

5. Quality time bareng keluarga. Yah, inilah momen-momen terakhir sebelum tahun baru. I get to hang out with my fam, particularly with my sister, Maya. Ga kerasa udah tinggal seminggu lagi di Tangerang huhu. Semoga momen-momen yang gue lewatkan bisa worth the spending.

PicsArt_1419935095170 PicsArt_1419936563386

Oke deh segitu dulu. Tahun depan ada banyak upcoming events yang udah masuk dalam “lis panjang” gue, dan semoga tahun depan, tanggal segini juga, gue bisa bikin kaleidoskop tahun 2015. Hehehe insya Allaah🙂

Ke depannya, bakalan banyak banget hal yang gue gak tau bakal kejadian. Gue cuma bisa berdoa tanpa putus dan berusaha yang terbaik and expect nothing and save the worst for the best. Whatever happens frontward, we should just be grateful and voluntary for it, karena siapa yang tau hal-hal yang justru gak pernah kita duga-duga justru malah berujung baik dan jadi pelajaran berharga buat kita?

Godspeed.

Mawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s