23:59

Dar.. Dor.. Dar.. Dor..

Empat letusan bergaung di langit, seperti gemuruh. Dentuman itu terus mengiang di telingaku ketika jari-jari ini tak bisa berhenti menekan papan kunci di laptopku. Di dalam ruangan itu, aku mendongak keluar dan menyaksikan spektrum warna-warni yang perlahan menggradasikan riuhnya komat-komit para manusia di bawah sana. Bunyi-bunyian terompet di rengkuh malam melepas kepenatan orang-orang pukul 23.56. Empat menit lagi, semuanya akan berubah. Hanya tinggal menghitung menit. Tahun akan berganti.

Mereka akan berteriak sambil membuka mulut mereka. Happy New Year! atau Selamat Tahun Baru akan terucap. Beberapa mungkin mengangkat tangannya, melepaskan seluruh beban yang mereka anggap menjadi masalah di tahun 2013. Beberapa lagi mungkin akan tersungkur, menangis saking bahagianya melepas tahun lama, dan menyambut tahun baru. Beberapa yang lain mungkin akan berdoa, berharap sesuatu yang tak pernah mereka sangka-sangka. Atau  mungkin, ada yang tidak peduli, digerus oleh kesibukan dunia. Hilir mudik malamnya yang begini dan begitu. Terlena begitu saja.

23.59.

Entah kenapa, tiba-tiba semuanya menjadi penting. Jarum pendek dan jarum panjang di dalam kaca di jam dinding itu menjadi penting, karena semua mata tertuju padanya. Satu menit penantian menjadi momen yang pas untuk pergantian diri yang lebih sempurna. Satu menit saja. Jantung-jantung akan berdegup seiring dengan bunyi kertak dari jarum dinding itu. Per detiknya.

Tik.. Tik.. Tik.. Tik..

Dug… Dug… Dug.. Dug.

Tatapan mata dari sepasang kekasih bisa menjadi sangat penting. Di matanya tergambar kristal serupa kembang api raksasa di atas kepala mereka. Saling bertransfer pikiran. Telepati yang tak bermakna.

Sepasang orangtua yang ditinggal anak-anaknya ke mana-mana akan menjadi penting. Tentu! Anak-anaknya menelepon mereka. Menghubungi mereka. Menanyakan kabar dan mengirimkan pesan singkat, “malam ini tahun baruan di mana, Pa, Ma?”

Suara anak-anak kecil akan bergema di sudut-sudut ruangan rumah mereka. Sambil membawa terompet kecil, mereka akan berteriak, “Tahun baru! Tahun baru!” tanpa mempedulikan apa maksudnya. Apa maksudnya? Tahun baru?

Hanya hati kecil kita yang tahu.

Hanya satu menit. Waktu-waktu yang kita habiskan berjam-jam selama ini, menonton film, makan, tidur, berdoa, belajar, dan melakukan hal lain, tiba-tiba menjadi nihil. Semuanya terkumpul di satu menit di penghujung tahun ini. Semua orang keluar. Yang di dalam menikmati euforia dan keceriaan orang-orang yang ada di luar. Apa gunanya? Satu menit menuju perubahan besar-besaran, menurut mereka.

Sungguh melegakan rasanya ketika menyadari bahwa satu menit itu menjadi penting bagi kita, karena momennya tahun baru. Sungguh lebih melegakan rasanya ketika kita menyadari bahwa tahun baru itu ada dan momen “bulan baru” atau “minggu baru” atau “hari baru” atau bahkan “detik baru” itu TIDAK ADA. Ya, tidak. Semuanya KITA yang ciptakan.

Mau dibawa ke mana waktu-waktu itu?

Bukankah Tuhan sudah menciptakan waktu agar kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya? Apakah hanya karena momen “tahun baru” kita bersemangat seperti ini?

Sungguh melegakan dan menenangkan ketika kita tahu bahwa aku dan kamu bisa memaknai detik-detik yang berlalu dalam hidup, dengan semangat yang kita miliki PERSIS seperti ketika kita menyambut tahun baru.

Sejenak, kututup mataku, setelah sebelumnya melihat ke arah jam.

Masih pukul 23.59.

Mendengar teriakan-teriakan orang-orang itu, aku terhujam mengingat betapa banyak waktu di tahun ini yang tak kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

Salam,

Himawan Pradipta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s