Semester 3: Titik Jenuhnya Mahasiswa

Bismillahirrahmanirrahim.

Sudah tiga semester saya berada di kampus Jatinangor. Bersama suhunya yang tak tetap; dingin dan panas dalam waktu yang bersamaan, seolah-olah menyiratkan rasa gentar hati ini untuk tak mau lepas dari kota mimpi ini. Satu tahun sudah saya berhasil menjajaki tantangan dan kerikil-kerikil yang sempat mendera di tengah-tengah perjalanan. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar.

Akhir-akhir ini, saya baru merasakan pentingnya dan betapa berharganya waktu. Ia terus berjalan dan berdetak. Seperti jantung saja. Namun terkadang, saya sering luput akan kehadirannya. Aktivitas-aktivitas dalam beberapa organisasi yang saya ikuti begitu padat merayap sehingga saya harus tetap bertahan dalam keadaan yang serba rumit ini. Awalnya, waktu SMA tepatnya, saya sempat berpikir bahwa menjadi mahasiswa itu merupakan tujuan ultimatum saya. (Karena waktu itu emang lagi frustasi aja mikirin Ujian Nasional, he he). Ternyata, menjadi mahasiswa itu bukan pekerjaan yang mudah.

Di sela-sela kesibukan saya belajar dan bolak-balik ke perpustakaan, saya juga terjun ke dunia kepengajaran. Belakangan, saya sempat mengajar di Klub Bahasa UNPAD, di situ saya mengajar para mahasiswa yang ingin berfokus belajar Bahasa Inggris Speaking. Mulai suka, akhirnya saya memutuskan untuk merambah ke cabang-cabang yang lain, beberapa di antaranya adalah di sebuah program keilmuan di Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD (menjadi English Trainer juga) dan di SMAN 1 Jatinangor. Sekarang, saya seperti menemukan siapa diri saya, dalam dunia mengajar. Ini mendasari apa yang saya sudah yakini kuat bahwa “sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.”

Menjadi pengajar sekaligus seorang mahasiswa merupakan sebuah pekerjaan yang ternyata jauh lebih menantang dari yang saya duga. Pada saat yang bersamaan, saya harus berani mengambil resiko untuk bolos kuliah demi mengajar, atau bolos mengajar demi UTS. Semuanya serba melengkapi dan menutupi. Dari situ, saya belajar bahwa betapa selama ini saya telah melalaikan waktu yang Allah berikan kepada saya, dan akhirnya ini membuat saya lebih peka akan waktu dan agenda. Saya mulai menjadwalkan segala sesuatunya hingga pada agenda yang kecil, seperti makan, baca buku rutin, membaca novel, bahkan menghapal Al-Qur’an. Ini saya lakukan setiap hari semenjak saya pertama kali duduk di bangku kuliah, dan hasilnya, subhanallah, saya menjadi orang yang jauh lebih disiplin dari sebelumnya.

Baru-baru ini, saya mendaftarkan diri untuk mengajar Bahasa Inggris lagi di SMA Negeri 1 Rancaekek (SEMAR), Jawa Barat. Awalnya, saya agak urung untuk mengajar karena banyaknya agenda internal kampus yang begitu mendera. Saya sempat ragu karena mau tidak mau saya harus mengorbankan perkara satu dan mengambil perkara lain. Ngomong-ngomong, teman-teman peserta di SEMAR sangat atraktif. Mereka mampu menyerap pelajaran dengan baik dan cepat. Meskipun tidak semuanya aktif, tapi dengan dorongan saya untuk terus berbicara di kelas, mereka pun menjadi semakin berkeinginan untuk diskusi dan melakukan forum atau semacamnya. Hmm, ternyata begini ya rasanya jadi guru, pikir saya. Saya harus menjadi pribadi yang proaktif dan responsif untuk menjadi seorang teknisi pengajar. Ketika ada murid yang mengantuk, maka saya sudah harus paham apa yang harus saya lakukan. Begitu pula sebaliknya.

Ternyata, tidak terasa waktu terus berjalan, bahkan berlari, bahkan juga meroket. Semester 3 ini merupakan titik jenuh mahasiswa. DI mana ketika sedang banyak-banyaknya tugas dan tanggung jawab, mood saya gampang jatuh. Belum lagi perubahan cuaca di Jatinangor yang terkadang cukup ekstrem, dari dingin ke panas terik, yang membuat saya gampang tumbang. Huah, andai mengeluh itu bisa merubah suasana, pasti saya akan mengeluh setiap detiknya. He he. Namun begitu, saya selalu termotivasi untuk terus semangat ketika saya berada dalam sebuah kepanitiaan. Salah satunya adalah SWIS (Studi Wisata Islami) 2013, yang baru-baru ini dilaksanakan, tanggal 15 – 17 November 2013. (Ngomong-ngomong, tidak lama lagi saya akan berbagi mengenai acara ini). Saya diamanahkan untuk menjadi staf divisi acara waktu itu, dan waw! Sungguh luar biasa perjuangannya. Setiap malam, divisi acara yang tidurnya harus paling telat dari anggota panitia lain. Membahas ini dan itu. Wah! Tapi justru di situ letak kenikmatannya. Seolah-olah ada kenikmatan tersendiri yang sulit diungkapkan ketika saya menyibukkan diri. Hihihi. Sok sibuk aja kali ini, mah…

Titik jenuh itu akhirnya tiba. Semester 3. Saya mengakui bahwa kompetensi akademis saya agak menurun di semester ini. Tidak seperti di semester 2, saya agak kurang bersemangat ketika mengikuti kelas-kelas yang mengharuskan mahasiswa untuk membaca atau hapalan, satu diantaranya adalah mata kuliah Introduction to American History. Mata kuliah ini, jujur, merupakan mata kuliah yang paling membuat saya me”raba-raba.” Tidak seperti Grammar, atau Writing, atau Reading, saya merasa kurang maksimal di mata kuliah tersebut.

Dengan demikian, saya pun, di sela-sela kesibukan yang lain, harus mencuri-curi waktu untuk membuka-buka buku atau textbook, mengusahakan agar tidak ketinggalan sedetikpun.

Mengenai waktu, betapa Allah sangat mengingatkan kita untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Dalam sebuah buku yang saya baca, 13 Kiat Mencari Ilmu, perumpaan waktu antara bumi dan akhirat itu seperti ini:
– Di akhirat 1 hari –> di bumi 1000 hari
– Di akhirat 1 jam –> di bumi 100 hari
– DI akhirat 1 menit –> di bumi 10 hari

Masya Allah. Betapa Allah mengingatkan kita terhadap waktu.
Semoga saya dan teman-teman yang membaca ini diberikan kemudahan agar bisa mengatur waktu dengan baik, agar kelak kita tidak menjadi orang yang tergesa-gesa, ceroboh, dan lalai. Amin.

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s