MALAM GRAND FINAL PPP 2013

It’s time! 11 Oktober akhirnya hadir juga. Malam itu adalah malam penentuan paling mendebarkan untuk semua peserta lomba Festival Olahraga dan Seni (FORSI) UNPAD 2013 karena di sinilah semua hasilnya diumumkan! Dan tentu, hal yang paling mendebarkan malam itu adalah pengumuman final Putra Putri Padjadjaran 2013. Gue dan sembilan teman-teman dari PPP harus rela nahan detak jantung yang ga keruan sampe akhirnya pukul 17.00 tiba.

Sehari sebelumnya, semua peserta PPP harus hadir untuk melakukan Gladi Resik di Stadion Jati jam 5 sore. Senengnya bisa kumpul bareng temen-temen yang belum lolos sebagai Grand Finalists. Selesai catch up dan dikasihtau sama Kang Gege dan Teh Resa untuk teknis opening number, kami semua harus stay di Stadion sampe abis isya. Hingga akhirnya lepas isya, sambil menunggu panggung siap digunakan, kami para grandfinalists main Truth or Dare di backstage. Kami pun saling melontarkan pertanyaan-pertanyaan rahasia satu sama lain. Hihihi. Oops, but I can’t tell this one too much because we keep ouselves secrets, so…

THE D-DAY

Anyway, akhirnya hari Jumat yang ditunggu-tunggu datang juga. Semalam, selepas Gladi Resik, gue menyempatkan diri untuk tetap datang ke kampus karena ada agenda mabit (malam bina iman dan taqwa) di DKM Al-Mushlih FIB. Paginya, harusnya gue ada kelas Morphology-nya Pak Kasno tapi kelasnya dibatalkan. Dan jam 1 masih lama, gue masih ngablu ke sana ke mari di DKM bareng temen-temen. He he.

Akhirnya, sekitar jam 2 gue langsung menuju Stadion Jati, dan sudah terlihat banyak temen-temen PPP yang lagi di-make-up oleh sponsor. I didn’t give much thoughts when I entered the waiting room, but I saw many happy faces there. Happy faces. Pretty much unlike me, I was kind of optimist-pessimist back then karena tahu kalo ada si orang ini yang akan positif menang. Tapi siapa yang tau lah ya? Yaudah gue mutusin untuk tetep optimis, tapi berusaha gak obsesif.

Jam 5, kami semua sudah dalam dresscode masing-masing. Putra dengan tema professional look dan putri dengan tema the Traditional Indonesia, which means mereka harus pake batik. Sore itu gue ngeliat belum terlalu banyak penonton di lapangan. Tapi stand-stand di pinggir-pinggir stadion Jati sudah mulai menyalakan lampunya, bersiap-siap untuk dikerumuni massa. Malem ini bakal jadi malem besar, pikir gue. Dan gue harus begini-begitu di depan orang-orang ini. Tuh kan…kebiasaan deh perseptif-perseptif negatif muncul. He he. Settle, settle, settle…

Sekitar pukul 17.30, PPP pun opening number. Pengenalan 18 pasang dari berbagai fakultas. Setelah 10 besar diumumkan, kami break dulu untuk ishoma selama 30 menit. Kami pun turun panggung, dan…anyway panggungnya tinggi bgt men!…yang anak tangganya agak sulit untuk dipijak. Gue coba ngeliat muka-muka yang gue kenal selama berada di atas panggung tadi. Ada temen-temen dari BPM, BEM, ada orang-orang yang mukanya gue gak tau sambil neriakin nama-nama FIB. Entahlah mereka siapa. Tapi at least, seenggaknya gue seneng karena gue punya massa. He he he. Gak kaya sesi-sesi sebelumnya yang kayaknya ngerangkul anak-anak FIB untuk hadir meramaikan acara ini tuh susahnya minta ampun.

THE BREAK MOMENT

Anyway, pas kami 10 besar lagi duduk di backstage gak jauh dari panjung, para juri datang menghampiri kami. Ada kang Nursasongko dari Indonesian Pageant, Kang Ricky (perwakilan dari Sekolah DJ Arie), dan Teh Cika (Founder Putra Putri Padjadjaran). Mereka, yang tadi terlihat sangat menegangkan dan horor, ternyata pas di backstage sangat hangat dan ramah. Mereka saling melontarkan guyonan satu sama lain baik ke juri lain maupun para grand finalist. Kami pun disuruh baris sejajar, dan ditanya apa keunikan masing-masing. Setelah semuanya dengan optimis menjawab, waktu break pun habis, dan acara dilanjutkan. Mereka mengatakan bahwa “yang semuanya berdiri di sini adalah pemenang. Juara 1, 2, atau 100 itu hanyalah posisi. Sudah sampai di titik ini, kalian sudah jadi pemenang. Jadi, jangan takut.” Mereka pun meninggalkan backstage sambil melambaikan tangan dan tersenyum.

Gue pun makin optimis, dan… banyakkin dzikir.

Selesai break, kami 10 besar dipanggil kembali untuk melakukan sesi Tanya Jawab oleh para juri. Jarak panggung catwalk tempat gue berdiri agak jauh sama stand-nya para juri. Gue dapet urutan ke empat ditanya setelah Angga, Kang Jaya, dan Ingga. Pas nama gue dipanggil oleh Kang Ryan, sang MC, lampu sorot langsung menampar wajah gue dan gue langsung gak bisa ngeliat apa-apa. Yang gue bisa denger cuma teriakan-teriakan keras dari penonton di bawah. Dan gue sama sekali gak bisa ngeliat, meskipun pake kacamata, penonton dan ke arah depan. Pun kalo bisa ngeliat juga itu cuma sekadar yang samar-samar.

Mic sudah gue pegang, dan Kang Ricky melontarkan pertanyaannya:

Himawan, sebagai representatif fakultas, citra macam apa yang ingin kamu tunjukkan sebagai simbolis di bawah tema UNPAD satu?

Pertanyaannya agak gak terduga. Gue tetep senyum dan mengepal tangan kiri, karena tangan kanan memegang mic. Lampu sorot rasanya semakin menembus retina mata gue. Makin tajam, dan tajam. Tanpa pikir panjang, gue langsung jawab,

Baik. Sebagai representatifi fakultas, saya akan menginternalisasi citra apapun yang pernah saya dapatkan di fakultas saya, yaitu Fakultas Ilmu Budaya ke dalam citra yang akan saya bangun di bawah tema UNPAD satu. Dengan begitu, saya rasa citra sebelum dan sesudah acara ini berlangsung, saya akan tetap bisa merepresentasikan baik saya yang dulu dan saya di masa depan. Terima kasih.

Gue langsung berjalan ke belakang, bergabung dengan teman-teman yang lain. Oke. It was…flawless, no? Atl least I thought it was. Yaudah, setelah semuanya selesai ditanya, kami turun panggung dan tinggal menunggu keputusan.

Di backstage, teman-teman PPP yang lain bilang kalo gue “bagus banget.” Bagus darimananya? “Iya, lo santai banget jawabnya. Kayak yang gak tegang gitu.” I don’t know. Semoga dengan kesantaian gue itu, setidaknya bisa meng-cover kegugupan gue. Tapi jujur, di atas panggung tadi, gue gak ngerasa nervous atau gimana. Gue cuma ngerasa bahwa semua pertanyaan yang dilontarkan harus gue libas habis. Bomats.

Dan… lagi-lagi kami harus menunggu.

Jam menunjukkan pukul 18.50 dan kami harus tetap menunggu di backstage untuk pengumuman final nanti. Kata panitia gak lama lagi. Gak lama lagi kapan? Kami udah nunggu selama hampir 40 menit. Oke, kami coba sabar sampe akhirnya jam menunjukkan pukul 20.05. Inilah saatnya. Kang Kim, selaku ketua angkatan PPP 2013, memimpin lingkaran yang tiba-tiba dibuat yang dilanjutkan dengan berdoa. Momen-momen kayak gini nih yang paling gue males. Dalam gelap, yang gue gak bisa sepenuhnya bisa ngeliat jelas muka-muka temen-temen PPP ini, gue harus kembali mengingat-mengingat momen sebelumnya, ketika kita harus dihadapkan sama bentrok jadwal. Pada jam yang sama, kita harus rapat atau ada kuliah atau praktikum, sementara ada pelatihan sesi 1 PPP. Atau apalah. Gue ngerasa, oh my. Waktu kayak terbang aja. Tiba-tiba udah buat lingkaran lagi, which is the last one, dan harus berdoa, which is the last prayer from PPP. Hiks hiks hiks.

Kami semua naik panggung. Sebelumnya, gue banyakkin dzikir karena, anyway, dari awal juga gue udah mikirnya nothing to lose untuk lolos atau gak lolos ke babak selanjutnya. Ini malam final. Malam puncak di mana semua keresahan gue terbayar sudah. Gue bisa ngeliat calon-calon juara yang kayaknya bakal dapet selempang bertuliskan PUTRA PADJADJARAN 2013 atau PUTRI PADJADJARAN 2013.

Tanpa basa-basi, kami pun melakukan sesi Final Look terlebih dahulu yang diiringi dengan lagu “Where Have You Been”-nya Rihanna dari juara 1 Solo Vokal FORSI UNPAD 2013. FYI, musiknya itu SUSAH COOOY! Kami harus berjalan di altar kucing itu dengan backsound lagunya Rihanna yang super ngupbeat itu, which is agak gak mungkin kalo misalkan catwalk harus ngikutin beat secepat itu. Jadi, kami sendiri yang harus menentukan beat langkah kami masing-masing, which is a strenuous job men lo harus tau! Gak boleh terlalu cepet dan gak boleh terlalu lama.

THE FINAL ANNOUNCEMENT

Setelah jalan-jalan di lidah panggung yang menjulur itu, kami 10 besar grand finalists langsung berjajar satu baris di atas panggung.

This is it.

MC, sebelum mengumumkan Wakil 2, Wakil 1, dan PuPi Padjadjaran, mengumumkan terlebih dahulu PuPi Persahabatan, PuPi Photogenic, dan PuPi Favorit. Dan berikut hasilnya:

1. Persahabatan: Putra – DIDI (FMIPA) dan Putri – SHEILA (FIB)
2. Photogenic: Putra – FERIZA (FH) dan Putri – MAUDY (FKG)
3. Favorit: Putra – PUTRA (FTIP) dan Putri – MAUDY (FKG)

Oke, sekarang waktunya pengumuman Wakil 2 Putra Putri. Lampu sorot terus menyorot (?) dan mata gue makin gak bisa fokus ke mana-mana. Dari atas panggung itu, gue cuma bisa ngerasain kalo gue lagi senyum dan ngeliat wajah-wajah temen-temen yang gue kenal. Gue terus senyum, senyum, dan senyum…

“JOHN P. SINAGA dari FAKULTAS KEDOKTERAN!” Akhirnya sebuah suara memecah konsentrasi gue. Si John terpilih sebagai Wakil 2 Putra dan Putrinya diikuti oleh Teh Kiki dari Fakultas Pertanian. Gue lirik wajah John dan dia tampak agak tercengang. Lalu, MC pun melanjutkan…

“dan…Wakil 1 Putra Padjadjaran 2013 jatuh kepada…

HIMAWAN PRADIPTA dari FAKULTAS ILMU BUDAYA!”

Gue langsung bergaya Salamnya PPP dan langsung maju di sebelah John. Alhamdulillah! Gak pernah nyangka kalo gue bakal dapet. Padahal masih ada si Ingga yang emang dari SMA udah pengalaman ikut modelling dan semacamnya atau masih ada si Angga yang massanya dari FTG emang menggunung. Entahlah. Gue tetap senyum dan melipat siku kanan gue. Wakil 1 Putrinya adalah Teh Ditta dari FMIPA. Selamat yaa, teh!

Dan, akhirnya. Tibalah waktunya untuk pengumuman final. Tinggal ada 3 kandidat terkuat: Kang Jaya, Ingga, atau Angga. Mereka emang yang semenjak babak semifinal gue respect the most, since masing-masing dari mereka punya kharisma kuat yang bikin siapapun yang ngeliat mereka tuh kayak…something unattainable, whatever that means…

Teh Ditta menyelamati gue dan langsung melempar senyum ke arah penonton.

“Dan Putra Padjadjaran 2013 jatuh kepada…

ARDIANTO WIJAYA dari Fakultas Ilmu Komunikasi!”

Sip! Kang Jaya kan. Gak perlu ditanya lagi udah he he. Dan Putrinya jatuh kepada Teh Indah Sundari dari Fakultas Psikologi. Congrats!

Kami turun panggung dan KYAAAA semuanya langsung menyelamati gue. Momen-momen waktu itu adalah…haru. Haru banget. Ngeliat wajah-wajah itu di bawah lampu sorot dan ngerasain kita berjuang sama-sama. Ngerelain sekian minggu dari akademis, rapat, organisasi dan lain-lain untuk ikut pelatihan dan babak per babak PPP, tiba-tiba kami diposisikan sama semuanya di malam ini. Di malam yang singkat ini. Wah! Priceless coy. Suasana pas turun panggung itu bener-bener ga kebeli.

Kami pun langsung balik ke backstage room, dan langsung terkaget-kaget karena tiba-tiba di dalam ruangan itu sedang duduk sang tiga juri itu. Kang Ricky nyamperin gue dan bilang, “Himawan. Kamu tadi tuh tegang banget pas jawab pertanyaannya. Kurang charming jatuhnya. Coba agak santai sedikit. Huuu padahal saya jagoin kamu, lho.” Gue cuma bisa tersenyum. He is, like, the most humble chairperson I’ve ever met. Beliau berwawasan luas tapi tetep gak sombong dan terus mau berbagi.

Udah gitu, gue dibawa ke ruang sebelah backstage untuk difoto. Dan sudah ada Kang Nursasongko menunggu. Selesai difoto, gue dibilangin kayak gini, “Himawan, kamu itu pinter. Yang saya suka dari kamu adalah bahwa dengan kepintaran kamu, kamu tuh mau berbagi sama yang lain. Makanya kami milih kamu jadi Wakil 1. Tetap berprestasi dan jangan cepet puas, ya! You’re good indeed.” Sip kang. Duly noted!

TO WHOM I THANK THE MOST

Balik ke ruang backstage, gue langsung bersihin make-up dan catch up sama temen-temen lainnya.

Alhamdulillah Ya Allah, sekaligus astaghfirullah. Tanggung jawabku akan semakin besar ke depannya. Karena menjadi seorang Wakil 1 Putra Padjadjaran yang notabenenya gak cuma sebagai representatif fakultas tapi juga perwakilan universitas, gue harus tetep humble yang pada saat bersamaan memikul beban yang berat di pundak. Permudah ya Allah. Semoga apa yang kudapatkan bisa bermanfaat untuk tidak hanya orang lain tapi diri saya sendiri.

Makasih untuk Kang Gege dan Teh Resa, panitia PPP FORSI, yang udah rela-relain nge-guide kami dari awal banget dan akhirnya sekarang, malem final. Tanpa kalian, acara ini gak bakal berjalan mulusss. Hats off for you guys.

Makasih untuk kang Rian Antono yang udah minjemin jas dan segala macem perlengkapannya! Tanpa kontribusi akang, saya gak akan bisa lanjut karena gak akan pake baju. Hahahaha.

Makasih untuk Kang Jaya dan Nesal yang udah minjemin dasi dan jasnya pas gue lagi ngerasa gak match antara atas sama bawah. Terserahlah. But you two came when I needed something I desired the most.

Makasih untuk Ingga yang selalu bikin suasana di backstage cair dan ngelontarin joke-joke ga jelas, tapi lo tetep legowo kalo ga ada yang ketawa hahaha. Makasih udah minjemin dasi pas tiap kali lo peka kalo ternyata outfit gua kurang komplit atau gimana, dan dasi kupu-kupunya juga! Moga lo jadi psikolog yang alim ya! Wakakak. Dan semoga mimpi lo untuk jadi fashion designer bisa kesampean. Aamin.

Makasih buat Indra yang selalu bikin backstage itu gak kaya kerangkeng. Tiap kali gue lagi pusing-pusingnya mikirin pertanyaan apa aja yang bakal ditanyain juri, lo selalu bilang, “Wan, duduk sama gue sini.” dan langsung ngomong “Bantuin gue dong!” PLAKKKK! -_- Atau pas kita saling share cerita tentang fakultas masing-masing. I’m gonna miss that meenn. Dan semoga lo bisa jadi ahli obat yang alim juga ya. Harus!

Juga, untuk kang Radotdo. Yang kapanpun bersedia untuk share cerita apa aja pas lagi di Perancis, Spanyol, Jerman, Swis, Belgia ketika lagi konser atau ikut lomba Paduan Suara. Cerita-cerita akang bikin saya makin pengen nyoba ini nyoba itu dan nyoba apa aja. Tetap berprestasi, kang!

Dan buat temen-temen yang lain jugaaa! Meskipun kita belum sempet komunikasi terlalu banyak, semoga kita bisa tetap menjalin hubungan kekeluargaan gak cuma karena PPP aja, tapi juga di luar🙂 Kak Sheila yang doyanannya ngelawak mulu atau Angga yang selalu punya banyak cerita gokil. Jangan sampe putus tali persaudaraan ini.

Overall, sekian cerita gue. Semoga tanggung jawab baru ini bisa dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Aaamin.

Salam PPP,

Himawan Pradipta.

3 thoughts on “MALAM GRAND FINAL PPP 2013

  1. cieee mawan wakil 1 putra padjadjaran! hahaha.
    emang gue minta bantuan doang ya kerjaannya -_- haha maap ya. anw congrats!

  2. Dear
    Kak Himawan Pradipta

    Hi kak, salam kenal ya, namaku Silmi, temen2 biasa panggil aku Sisil, aku mahasiswa puteri Fikom Unpad 2013.
    Kak, tulisannya keren, ngasih aku inspirasi, informasi dan motivasi. Kakak hebat banget,, Dari tulisan kakak aku jadi tau dan kebayang sedikit nanti bakalan ngapain aja diacara PPP 2014. Tapi sbnrnya aku ngerasa nothing bgt buat ikut ajang ini, mikirin talent apa yg bakal aku persembahkan, pokoknya hopeless. Minta sarannya ya kak..
    Makasih banyak sebelumnya..

    Regards
    ~Sisil~

    1. Haloo Sisil!

      Waah ngomong2 makasih udah kunjung ke sini ya. Hehehe. Duh motivasi? Saya gak bisa ngasih banyak2 mungkin, soalnya saya waktu ikutan PPP juga niatnya setengah-setengah. Ya, asal ikut, trus ikutin peraturannya, gatau apa-apa, eh tau-tau jadi The First Runner Up.

      Kalo kamu emang bener2 niat ikutan pageant kayak gini, kamu mending ikutin peraturannya. Dan ada momennya kamu harus bisa kerja dalam tim, dan kerja secara individual. Tapi, tenang aja. Nanti, trik-trik untuk bekerja dengan dua cara itu dikasih kok materinya.

      Trus juga, kunci paling utamanya adalah: percaya diri. Jangan pernah ngerasa “kurang” atau “down” ketika ngeliat lawan kamu. Karena, di tengah-tengah nanti, kamu bakal sedikit ngerasa “useless” pas ngeliat temen-temen kamu ada yang pake dress lebih bagus, atau jas yang lebih gagah. Atau bentuk tubuh yang lebih bagus dan segala macem. Kalo kamu down dikit, percaya diri kamu juga ikutan drop.

      Dan yang terakhir, anggaplah ajang ini sebagai tempat kamu cari pengalaman, berbagi ilmu, dan mengekspresikan hobi kamu. Bukan untuk pamer-pameran atau gaya-gayaan. Karena percaya deh sama saya, keluar dari PPP ini, kamu bakal kangen sama materi “catwalk” yang ternyata gak sekadar “jalan-jalan” doang. Atau kangen sama “forum group discussion” yang bikin kamu selalu tau kalo banyak pola pikir orang-orang/mahasiswa lain yang bener-bener bikin kamu bisa bikin berpikir kreatif.

      Semangat yaaa!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s