SEMIFINAL PUTRA PUTRI PADJADJARAN 2013

Hari ini itu hari yang bener-bener negangin sekaligus ngangenin! He he. Negangin karena hari ini adalah Semi Final Putra Putri Padjadjaran 2013, dan ngangenin karena…banyak hal deh. Hihi. Keep reading on!🙂

Hari itu hari Senin, 7 Oktober 2013. Sehabis kelas Labwork-nya Sally, gue langsung stay di kosan Ghifar dan langsung latihan. Jadi, nanti itu rencananya gue akan main piano sambil nyanyi, which is kind of nerve-wracking karena sampe udah keluar kelas belum tau lagunya mau apa. Akhirnya, terpilihlah lagu Christian Bautista yang “The Way You Look at Me.” I did some modifications here and there buat lagunya, karena kalo mau nyanyi full bener-bener yang sama banget sama lagunya, bakalan ngebosenin keliatannya.

Semalam, panitia bilang bahwa kami baru bisa checksound jam 12 siang. Yaudah, gue langsung nenteng keyboard ke Auditorium Bale Santika dan gak menemukan siapa-siapa di situ. Oh nggak! Ada Kang Jaya, perwakilan dari FIKOM, dan si Nesal, perwakilan FISIP. Mereka baru berdua dan ternyata belum bisa checksound karena pihak logistik baru memindahkan kursi, meja, speaker, dan properti lainnya ke atas panggung. Auditorium masih keliatan berantakan banget lah pokoknya.

Gue awalnya agak ruming karena hari itu jam 14.20 juga ada kelas Grammar-nya Bu Teti, which I think is too important to neglect. Gak sempet kepikiran untuk bolos, tapi akhirnya sms bu teti yang bilang kalo hari ini beliau gak bisa hadir, menyelematkan segalanya. Ha ha ha. Jam 3 gue ke audit dengan perasaan setengah optimis. Gue makin gak bisa mikir ketika tahu ternyata gue dapet urutan pertama untuk bagian talent show! Huaaa. I settled, anyway.

Agenda Semifinal hari ini adalah Talent Show, Sesi Tanya Jawab, dan Final Look. Gue dan 19 teman-teman lainnya udah siap-siap di backstage dengan khasnya masing-masing. Ada yang mojok sendiri sambil nyanyi-nyanyi ga jelas. Ada yang nari-nari sendiri. Ada yang terbang-terbang sendiri (HAHAHA) banyaklah pokoknya. Rame deh backstage hari itu.

Akhirnya, setelah gue zikir mantep-mantep, gue coba inget kunci-kunci (cord)-nya dan LIRIKnya yang agak ngejlimet, nama gue pun dipanggil. Himawan Pradipta, perwakilan Fakultas Ilmu Budaya. Glek. Glek. Glek. Berasa minum obat beracun yang langsung ngalir ke pembuluh darah. Gue jalan, senyum, dan melempar pandangan ke penonton dan ke para juri. Ada tiga stand microphone di depan, dan gue berdiri di mic tengah.

Empat mata juri, Teh Widya Saras (Mojang Pamilih Jawa Barat 2012), Teh Putri (Putri Padjadjaran 2012), Kang Luis (Putra Padjadjaran 2012), dan delegasi dari BEM KEMA UNPAD, semuanya langsung nengok ke gue, which  more looked like terrorizing men!

Sawad dee khrab! Sawad dee kha! A run sawat! Phom cheeu Himawan Pradipta khrab. Phom cheeu Padjadjaran mahaawidteyalaai. Khun aay sa bay dee mai? Jer khan phrung nii piano khaa Christian Bautista, “The Way You Look at Me” khrab. Khob khun khrab!

Halo! Selamat sore! Nama saya Himawan Pradipta. Saya mahasiswa Universitas Padjadjaran. Bagaimana kabarnya? Kali ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu dengan piano dari Chrisitan Bautista yang berjudul “The Way You Look at Me”. Selamat menyaksikan dan terima kasih!

Gue mengambil beberapa langkah ke belakang, tetap senyum, dan duduk. NERVOUS gila! Pas duduk, gue gak nyangka, ternyata semua mata juri  memandang ke gue! Wah~ Itu priceless banget men lo gatau rasanya diliatin mereka tanpa senyum tanpa mimik tanpa jestur apapun. Yang ada lo kayak di-judge abis-abisan. Oke, terserah lah ya. Anyway, tadi sampe mana? Oke gue udah duduk, dan coba mainin penggalan dari lagunya Jay Chou yang “Secret”. Yang langsung gue medley dengan lagu utama.

Image

Overall, I sang smoothly. Meskipun di bagian overtune-nya ada yang agak meleset nadanya, but I’m pretty sure it’s out of the content. Gue tetep nyanyi dan akhirnya mengakhiri penampilan dengan mengucapkan, “terima kasih.”

LEGAAAAAAAA! Rasanya lega, di backstage gue langsung ngomong alhamdulillah sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah lancar! Dan gue bisa ngerasain kebahagiaan yang muncul di balik penderitaan wajah-wajah para perwakilan lain yang belum tampil. Ha ha ha. Life’s hard, no?

Anyway, sesi gue belum selesai. Gue masih harus melewati sesi tanya jawab dan final look which is kayak semacam catwalk lagi, tapi durasi waktu pose-nya lebih singkat. Yaudah, sambil menunggu para perwakilan lain tampil, gue sibuk mikirin pertanyaan-pertanyaan yang akan dikeluarkan oleh juri atau penonton. Pas ditanya tentang cakupan pertanyaannya apa, panitia cuma ngasitau, “cakupannya umum”, which is kind of stressful in some ways. Jadi yaudah, sejadi-jadinya gue coba ngafalin kira-kira pertanyaan-pertanyaan apa aja yang kemungkinan muncul pas di pageant-pageant seperti ini.

Singkat cerita, tibalah sesi tanya jawab gue. Seperti biasa, gue harus tetap berjalan sambil tersenyum. Pelan, pelan, dan pelan. Sampe akhirnya gue sampe ke sebelah MC. Gue ambil satu buah kertas dari tangan MC, dan di kertas itu tertulis, “Widya Saras.” Yang artinya, gue bakal dapet pertanyaan dari teh Widya. Sambil menunggu beliau mencari pertanyaannya, gue berdoa agar gak ditanya yang macem-macem. Akhirnya:

Himawan, ketika kamu sedang berada dalam hubungan asmara, perempuan seperti apakah yang ingin kamu jadikan sebagai pendamping hidup?

Oke. Ini gak terlalu ngejleb. Gue langsung cerna jawaban, dan ngomong yang kurang lebih seperti ini:

Saya punya visi dalam hidup. Dan dalam mencapai visi saya, tentu saya harus memiliki pendamping. Maka, pendamping yang saya inginkan adalah orang yang memiliki satu visi dengan saya. Terima kasih.

Gue ngerasa lega, tapi gak puas juga di satu sisi. Belum selesai! Ternyata teh Widya ngangkat mic-nya lagi, dan nanya:

Oke, kalo misalkan kamu sudah ketemu pendamping itu, tapi gak satu visi dengan kamu. Apa yang kamu  lakukan?

Jodoh itu karunia Tuhan. Apa yang dikaruniakan Tuhan harus kita syukuri agar ke depannya nanti, saya bisa lebih mensyukuri apa yang belum saya dapatkan. Terima kasih.

Teh Widya tersenyum, penonton tepuk tangan, dan gue langsung balik ke backstage dengan perasaan lega luar biasa.

Huaaa lega lagi! Alhamdulillah. Everything so far ran smoothly. Gak lama kemudian, azan maghrib pun berkumandang, gue  memutuskan untuk shalat terlebih dahulu, dan ngutarain semua perasaan gue sama Yang Maha Menciptakan Perasaan. Gue luapin semuanya sama Allah apa yang gue rasain dan semoga diberi kemudahan untuk sesi selanjutnya.

Oke, setelah semuanya selesai. Tibalah sesi Final Look. Dengan tema Professional Look, para Putra Putri diwajibkan mengikuti manner berjalan sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan waktu di Gladi Resik tempo hari lalu. Musik upbeat dimainkan, dan kami semua harus berjalan a la model profesional dengan outfit yang juga profesional di altar kucing khas UNPAD: Audit Bale Santika. Hehehe.

Sudah. Tibalah sesi pengumuman! Semua putra putri dipanggil keluar! Oh iya! Dari seluruh Putra dan Putri, cuma gue yang gak bawa selempang! Akhirnya, gue ngomong kan ke salah satu panitia dan gue makin gak enak hati pas tau ternyata beberapa panitia kelabakan mikirin gue yang gak bawa selempang. Ceroboh amat sih lu, Wan….duh! Udahlah, pas pemanggilan lagi terakhir, cuma gue yang gak seragam, yang bikin gue mikir kalo….duh kayaknya pertanda gak bakal lolos nih. Perseptif-perseptif negatif banyak banget bermunculan waktu itu.

Setelah semuanya berjajar, nama pertama diumumkan. ARDIANTO WIJAYA (FIKOM), yang disusul oleh INDAH MUNGGARI (PSIKOLOGI). Lalu, ada teh DITTA (FMIPA) dan teh INDAH (D3 FMIPA). Gue tetep senyum dalam diam. Dalam hening. Dalam benci (karena ga bawa selempang) *halah*. Akhirnya, pas empat nama udah dipanggil, dan sementara MC agak bikin jeda-jeda gitu biar sensasi tegangnya dapet, tiba-tiba pikiran gue ke mana-mana. Tanpa sadar, gue kepikiran Ibu dan Bapak di Tangerang. Gue ngebayangin kira-kira Ibu udah pulang belum ya dari Manado? Bapak lagi ngapain ya? Maya dan Mas Adit lagi ngapain ya? Gue langsung terlempar ke lorong-lorong waktu yang gue sendiri gak tau kenapa tiba-tiba bisa muncul kaya gitu.

Akhirnya, setelah beberapa detik, MC pun mengumumkan:

Selanjutnya, HIMAWAN PRADIPTA dari FAKULTAS ILMU BUDAYA!

Speechless coy.

Gue pun langsung maju ke barisan depan sambil tetap tersenyum tapi terheran-heran, berdiri bersama para grandfinalis lainnya. Ya Allah. Ga kebeli! Ga nyangka. Udah gue yang ga bawa selempang, terus sampe ngerepotin panitia pas di tengah-tengah, dan gue harus balik ke kosan untuk ngambil selempang tapi ternyata lupa bawa kunci!!! Akhirnya, semuanya terbayar di momen itu. Ya Allah. Tanggung jawab gue semakin besar.

Sayangnya, kak Sheila, pasangan gue dari FIB, belum lolos. Dan inilah 10 besar Putra Putri Padjadjaran 2013 yang akan melaju ke Grand FInal.

Image

Image

Selesai foto bersama para juri, para grandfinalist diberikan kesempatan untuk melakukan “Backstage Moment” di mana kami harus memberikan semangat dan ucapan selamat pada teman-teman yang belum lolos🙂

Terima kasih banyak atas bantuan-Mu, Ya Allah. Berikan kami kemudahan dalam melangkah ke depan.

See you on CLOSING FORSI UNPAD 2013 on Friday, 11 October 2013, lads and lasses!
I am looking forward to seeing you, INDEED🙂

Salam,

Himawan Pradipta.

2 thoughts on “SEMIFINAL PUTRA PUTRI PADJADJARAN 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s