Babak Eliminasi Putra Putri Padjadjaran 2013

Hari ini merupakan hari yang gak bisa kebeli. Ada SESI PRESENTASI dan FASHION SHOW dari Putra Putri Padjadjaran 2013! Wohoo, this would be my umpteenth presentation session, but my very very first time in fashion show! Hari Jum’atnya, keluar dari  kelas Translating, gue langsung kepikiran, kira-kira slide gue kebanyakan gak yaa? Atau kira-kira nanti gue bakal bisa nerapin semua teknik-teknik berbicara yang pernah diajarin DJ Arie gak ya? Halabala. Gue harus optimis dan seburuk apa penampilan gue nanti di depan panggung, yang penting senyum, senyum, dan senyum. Ha ha ha.

Akhirnya, keesekona paginya, gue coba untuk dateng tepat waktu jam 07.30 di Auditorium Bale Santika karena dapet jarkoman dari Kang Kim, delegasi dari D3 FMIPA, dan sekaligus ketua angkatan PPP tahun ini, harus dateng tepat jam 07.30. Bahkan kalo bisa lebih awal. Gue dateng dan pas masuk ternyata belum ada siapa-siapa. Gue cuma ngeliat beberapa panitia yang lagi sibuk ngurusin operator dan in-focus. Ada musik kencang mengiringi. Dan ternyata gue (eh John maksudnya) dateng paling awal.

Daripada menghabiskan waktu di dalem tanpa melakukan apa-apa, gue mutusin untuk shalat duha terlebih dahulu. Gue doa gimanapun biar presentasi dipermudah, dan pas fashion show ga keserimpet atau kesandung. Duh! Ga kebayang deh haha. Setelah shalat, gue telfon bokap, nanya kabar beliau dan gimana keadaan rumah. Since, FYI, I haven’t called him for weeks, and I have no idea why he still doesn’t call me at the first place. Gue pun langsung ngerasa gak enak hati sama beliau karena gimanapun, harusnya gue yang nelfon duluan. Mungkin ini terjadi karena gue terlalu absorbed sama kehidupan kampus, tugas, dan lain-lain, yang bahkan, hari Minggu kayak gini aja, gue harus tetep keep up sama textbooks dan internet. Life’s sweet in its own way, sepakat?

Anyway, setelah itu gue balik ke dalam auditorium dan udah cukup banyak delegasi dan penonton. Salah gue juga sih hari Kamis gak sempat hadir dateng untuk Gladi Resik buat hari ini. Jadinya, kaget dan mau gak mau, gue harus latihan sendiri sambil nanya-nanya sama anak-anak yang dateng kemarin. Sekitar jam 9, kami pun disuruh kumpul di backstage, dan di-briefing oleh panitia. Kami di-plot untuk urutan presentasi dan fashion show. FIB (gue dan kak Sheila) dapet urutan ke-9 untuk presentasi dan urutan ke-15 untuk fashion show. Mhihiiw, masih lama waktunya, tapi juga makin deg-degan dibuatnya. Gue malah mikir gimana caranya biar semua ini bisa cepet selesai.

No eye contacts staring at me.

No failures.

Bomats. Gue pengen semuanya selesai! Aaaaaaaaaaaa.

Dag dig dug berkepanjangan jadinya kan.

Berlenggak-lenggok di atas catwalk dan disuruh pose selama sekian detik, menjual apa aja yang ada di tubuh kita, even itu cuma gesture, atau senyum, atau ekspresi, semua itu bikin gue mikir kalo, okaaay, jadi dunia fashion kayak gini. All I know, from my narrow-minded perspective about fashion, is that models walking down the catwalk on the TV ONLY WALK. Ternyata gak cuma itu. Gue baru ngerasa ternyata yang namanya “cuma jalan-jalan doang” itu ada hukum-hukumnya sendiri. Kayak, pas lagi jalan, lo harus ngeliat ke mana, dan tangan lo harus gimana, kaki lo dibuka selebar apa, dan bahu lo harus setegak apa. Semua itu ada maksudnya. Gila!

Gue juga belajar kalo ternyata dalam dunia fashion itu, gimana kita jalan itu menunjukkan siapa diri kita. Di sesi pelatihan yang ke-2, kang Diki Zulkarnain, model profesional, mengajarkan kami bagaimana caranya berjalan di atas “altar kucing” itu. Cara memperlakukan apa yang kita pake. Pantes gak sih kalo pas pose itu cuma sekadar senyum dan diem aja. Wah, banyak lah pokoknya yang bisa gue petik dari ajang ini.

Waktunya presentasi! This is the time. Gue mempresentasikan di bawah tema UNPAD SATU dengan topik kebudayaan. Judul yang gue angkat adalah “Paguyuban dan Komunitas sebagai Representatif Kesatuan.” Ada tiga juri di depan. Kang Diki, Kang Zul dari BEM KEMA UNPAD, dan pengganti kang DJ Arie. Gue jalan pelan-pelan menuju MC untuk ngambil microphone, dan pas mic udah dipegang, gue melempar pandangan ke arah penonton, ke arah tribun auditorium bale santika, dan…GILA! Segede inikah ruangannya? I never thought that the room was incredibly spatial! But I settled. Gue coba tenang, dan akhirnya mulai bicara.

Ini foto gue waktu presentasi, diambil oleh seorang panitia FORSI 2013:

Presentasi Himawan

Gue presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris dengan aksen British. Tadinya, gak mau ngomong pake bahasa selain bahasa Indonesia, karena juga gak ada pengumuman dari panitia sebelumnya kalo presentasi harus pake bahasa ini atau bahasa itu. Tapi, pas ngeliat delegasi putri dari FIKOM yang juga pake bahasa Inggris tadi, yaudah…go on. Gue juga pake bahasa Inggris.

Overall, presentasinya berjalan mulus. Pertanyaan-pertanyaan dari dua orang juri juga bisa gue terima dan respon. Sekarang, tinggal menunggu fashion show.

Singkat cerita, gue gak nervous, tapi juga gak santai untuk berlenggak-lenggok di depan para penonton. Bersama kak Sheila, diiringi musik yang upbeat, nama gue akan dipanggil dan gue harus berjalan a la model-model panggung dengan “altar kucing”nya yang wah. And it worked pretty well! Gue berhasil buka jas dan menyelempangkannya di bahu selama, mungkin, kurang dari 10 detik, which is kind of cool. Sayangnya, gue belum dapet hasil dokumentasi dari panitia pas kami lagi di atas panggung. But I’m sure it will be posted anwhere sooner or later. Hiks..

Oke, setelah fashion show kelar, gue ijin sama panitia untuk ngajar conversation di FIB jam 4. Awalnya, kang Gege agak keberatan karena pengumuman 10 pasangan terbaik akan diumumkan sore ini juga, tapi akhirnya beliau menyetujui kepergian gue. Ha ha. Gue optimis-pesimis mengenai lanjut atau nggak. Anyway, gue juga gak terlalu mentingin lah gue maju atau nggak, yang gue cari itu pengalaman dan teman-teman barunya. Abis, kapan lagi, gue bisa nyatu sama anak-anak lain dari fakultas lain, yang bisa dibilang gak cuma hebat di bidang akademis, tapi juga di bidang nonakademis. But I kinda have to be pretty selective, too. The only difference would be that kalo gue maju, berarti gue harus nyiapin sesuatu untuk ditampilkan dalam sesi Talent Show. Juga, harus mulai banyak-banyak belajar untuk sesi Tanya Jawab dari para juri. It’s semifinal!

Gue juga sebelumnya udah sms kak Sheila kalo misalkan gue masuk untuk minta dikabarin, tapi sampe setelah Isya, gue gak dapet sms dari siapapun. Yaudah, gue inisiatif untuk buka twitter FORSI UNPAD 2013 dan ngeliat siapa tau udah diumumin semifinalisnya. Dan….alhamdulillah (juga astaghfirullah) gue masuk 20 besar!

Which means…gue harus nyiapin sesuatu untuk talent show. Hmm, bakal ngapain ya?

Hi hi. Tunggu aja minggu depan.

I’m looking forward to seeing you there, lads and lasses.

Salam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s