Pelatihan Sesi 1 Putra Putri Padjadjaran 2013

Kalian adalah duta dari  masing-masing fakultas kalian. Kalian adalah panutan. Maka, jadilah orang yang unik! Jadilah orang yang berbeda dengan mereka, jangan yang biasa-biasa saja! – DJ Arie, saat menyampaikan materi Public Speaking di Pelatihan Putra Putri Padjadjaran 2013.

Selamat malam,

Subhanallah! Hari ini melelahkan tapi seru. Yap, hari ini adalah hari pertama pelatihan Putra Putri Padjadjaran 2013. Acaranya diadakan di Aula Gedung 1 Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD. Mengingat acaranya dimulai pukul 8, aku segera membatalkan agenda jogging rutin yang biasa kulakukan tiap pagi. Hmm. Tak apalah, demi acara ini… Hehee. Seharusnya aku masuk bareng dengan Kak Sheila, karena semalam, sms dari panitianya, “Jangan lupa datang dengan pasangannya ya!” Tapi, karena aku memakan waktu lama dalam perjalanan menuju FKG, kak Sheila memutuskan untuk masuk duluan.

Ketika masuk dalam aula besar itu, sudah terlihat sekitar 30 orang duta dari masing-masing fakultas. Semuanya berpakaian serba putih-hitam dan sepatu pantovel. Tampak rapi dan klimis. Semua sepertinya sudah hadir. Aku langsung beranjak menempati kursi yang sudah ditempati Kak Sheila. Oh! tinggal menunggu dua pasang dari fakultas di Dipati Ukur, yang belum hadir: Ekonomi dan Hukum. Mungkin mengingat macet yang sulit dihindari dan kesediaan transportasi yang cukup terbatas pada pagi hari, jadi kami yang sudah di dalam ruangan harus menunggu lagi. Namun begitu, sebelum acaranya dimulai, masing-masing pasangan dari fakultasnya akan melakukan sesi foto terlebih dahulu. Sungguh bangga rasanya bagi saya bisa mewakili Fakultas Ilmu Budaya dengan ajang seperti ini.

Acara inti pun dimulai.

 

Materi pertama yaitu sesi sharing dan motivasi, dibawakan oleh kak Winda Sarasayu . Beliau merupakan mahasiswi S2 Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Sebelum beliau masuk, saya mendengarkan paparan Curriculum Vitae teh Winda oleh Kang Gege, sang MC. Sungguh menarik perhatian saya ketika melihat bahwa kak Winda baru berumur 21 tahun, ia sudah berada dalam jenjang Strata-2 dan pernah mendapatkan prestasi dengan mahasiswi dengan IPK tertinggi (3,81) di fakultasnya. Dalam hati, saya pun membayangkan bagaimana rupa asli kakak yang pernah memenangkan kontes pageant Mojang Pimilih Jawa Barat tahun 2011 ini.

Ternyata saya tidak keliru. Kak Winda tampil ke dalam aula dengan menggunakan gaun kebaya anggun berwarna merah dan rok panjang batik dengan motif yang begitu memikat hati. Pembawaannya yang ia iringi dengan senyum sebelum menyapa kami, menjadi kesan tersendiri bagi saya, dan yakin bahwa materi yang beliau sampaikan akan menjadi diskusi yang menarik.

Setelah beliau memaparkan sedikit tentang ajang kecantikan yang pernah beliau ikuti pada tahun 2011, kami para duta pun diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman kami dan/atau memberikan pertanyaan. Banyak dari para duta yang berbagi, yang menurutku paling menarik adalah cerita dari duta Fakultas Kedokteran, John, yang tampaknya begitu bersemangat, dan memang ceritanya sangat menyentuh, sekaligus memotivasi. Juga, yang cukup menarik hati adalah cerita dari Gibran, duta dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika ia divonis tidak bisa berbicara oleh dokter, dan akhirnya mencoba dan berjuang terus-menerus, hingga akhirnya ia berbicara lancar hingga sekarang.

Inti dari diskusi oleh Kak Winda pagi tadi adalah bahwa kita harus memiliki obsesi untuk penentu target kehidupan kita. “Kalau gak punya obsesi, yaudah gak usah hidup,” katanya. Dalem ya… he he he. Beliau, yang dikenal sebagai aktivis dan senat kampus, ternyata juga mendalami ilmu pencak silat! Woah! Gak kebayang dan gak terduga-duga. Rasanya sungguh sulit, jika tidak mustahil, untuk membayangkan kalau teteh secantik dan seanggun itu sudah mumpuni bertarung pencak silat. Sungguh nilai lebih yang tak terkira.

Sayang sekali, sekitar pukul 10, diskusi dengan kak Winda pun berakhir, setelah sebelumnya kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan beliau. Materi dilanjutkan dengan sesi ke-unpad-an, yaitu pengetahuan umum mengenai garis besar berdirinya, yang sedang terjadi, dan rencana ke depan di kampus UNPAD. Pematerinya adalah Kang Zul (kalau tidak keliru), salah seorang menteri di BEM KEMA UNPAD Kabinet Protagonis. Beliau memaparkan kampus Padjadjaran dengan cukup detil, yang diikuti dengan berbagai curhatan-curhatan para duta mengenai kondisi fakultas mereka masing-masing, yang menurut saya lebih ke jaring aspirasi. He he. Acara pun berakhir pada pukul 11.30.

Selanjutnya, kami dipersilakan oleh kang Gege untuk istirahat, sholat, dan makan siang. Aku memutuskan untuk makan terlebih dahulu karena dari pagi belum sempat sarapan. Kebetulan, sebelum lebih lama aku berpikir panjang, konsumsi sudah datang! Hihihi. Allah Maha Baik. Langsung saja kusantap hidangan yang tersedia. Baru kulanjutkan sholat zuhur.

Kami diperintahkan untuk sudah harus berkumpul di aula pukul 12.30. Kali ini, ada materi public speaking yang disampaikan oleh kang Arie dari DJ Arie School. Awalnya, aku sulit percaya bahwa penyelenggara acara ini mampu menghadirkan DJ Arie School, mengingat bayanganku sekolah itu sangat prestisius sehingga hanya segelintir orang yang mampu mengundangnya dalam acara-acara tertentu. Tapi, justru pemateri dalam sesi kali ini adalah pemilik sekolah itunya langsung Wah! Sungguh tak terbeli pengalamannya.

Selama kurang lebih 3 jam, kami dijejali materi Public Speaking. Tidak hanya itu, kami juga belajar secara mendalam bagaimana mengatur jestur tubuh, tangan, mata, dan posisi kaki ketika sedang berdiri saat presentasi. Mengingat beberapa minggu ke depan, di babak eliminasi, kami para duta akan menjalani sesi presentasi dengan tema UNPAD Satu. Ngomong-ngomong, UNPAD Satu sendiri adalah sebuah jargon yang sekaligus adalah konsep program dari BEM KEMA UNPAD untuk meyatukan seluruh fakultas sebagai sebuah uniti. Tidak ada lagi pemisah antara D3 dan S1, semuanya akan menjadi satu, terangkul.

Secara keseluruhan, materi ini sangat-sangat menyenangkan. Kang Arie dengan atraktifnya membawa suasana ruangan dengan atmosfer yang begitu hangat dan ceria. Setelah makan siang, dan jam-jam tidur yang biasanya digunakan untuk istirahat, kami yang tadinya agak suntuk justru tergugah kembali untuk tetap melek dalam sesi ini. Sangat bermanfaat! Terima kasih kang Arie!🙂

Acara akhirnya selesai pukul 16.00 tepat. Aku memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu sebelum beranjak. Minggu depan, kami akan menjalani pelatihan catwalk dan materi inner beauty. Wah! Catwalk. Hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Tapi semoga pengalaman ini bisa menjadi sebuah pengalaman yang berharga untuk ke depannya. Amin.

Meskipun sudah agak lelah, aku memutuskan untuk “menengok” acara simulasi Pelatihan Pemilihan Umum (PPU) dari BPM FIB di Arboretum Utama UNPAD. Malamnya, aku dan beberapa rekan di BPM memutuskan untuk makan ke luar. Ah, sudah lama rasanya tak menghabiskan waktu di tempat ini, foodcourt Ciseke. Ah! Meskipun sudah terlampau sering makan di sini, tapi suasana kebersamaannya lah yang sebetulnya dicari, ditambah suasana ramai foodcourt Ciseke (yang memang terkenal dengan daerah anak kosan) membuat pertemuan singkat itu menjadi lebih hangat.

Sekian pengalamanku untuk pelatihan PPP 2013 kali ini. Ini baru pelatihan sesi pertama. Insya Allah akan ada cerita untuk sesi-sesi yang selanjutnya!🙂

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s