Life Lately: “How Short Semester Keeps Me Alive”

Life has absorbed me so deep that I couldn’t even concentrate on one thing. Yap, alhamdulillah hari ini sudah masuk hari ke….lima bulan Ramadhan! And life still goes on. Gw bisa merasakan aura-aura bulan Ramadhan yang selalu bikin hati ini terenyuh. Tapi tahun ini, gw cuma punya sedikit kesempatan untuk bisa meluangkan waktu untuk menikmati setiap momen di bulan Ramadhan bareng keluarga. Mengingat gw ambil semester pendek dengan beberapa mata kuliah di semester 4 dan 6, mau gak mau pun harus merelakan momen-momen luang sambil baca textbooks dan bikin papersss (s-nya 3 saking banyaknya) he he.

Ya, I am taking short semester for the first time. Yang awalnya gue kira kalo gue ambil semester pendek, pasti waktu gue bakal kepake abis buat semester ini–yang harusnya bisa aja dipake untuk libur. Tapi pas ke sini-sini, gue mulai merasakan sesuatu yang gak pernah gue bayangin sebelumnya. Awalnya, gue kan gak mau ikut begini-ginian, mengingat nyokap udah wanti-wanti kalo bulan Ramadhan itu harus balik dan ngeluangin waktu full buat yang di Tangerang. Walhasil, setelah dapet beberapa rekomendasi dari senior, gue pun positif ambil Survey of American Literature, Translating Scientific Indonesian Texts, dan Further Studies in Prose, dengan estimasi biaya yang harus dipenuhi. Dan tau apa? Never has it come to my mind that I kind of like it. Gue antisipasi aja, soalnya kalo mata kuliah-mata kuliah itu gak diambil di semester ini, gue takut pas di semester nanti bakal keteteran. Seorang senior juga sempet bilang kalo semester 4 itu semester jahanam-nya Sasing lah apa lah segala macem wkwk. So, I did take the courses for not willing that to happen to me.

Dan tau apa? Gue justru merasa lebih free ngikutin semester ini. Terutama, kelas pertama Prose-nya Randy, which is, unexpectedly, a ridiculously interesting class, yang bikin gue makin betah berlama-lama di kelas. Secara lo di dalem kelas selama 4 jam cuma dengerin dosennya celoteh. And that’s kind of somewhat…unthinkable for some people, no? While I found it interesting. So, di kelas pertamanya, Randy nyuguhin kita satu film Stranger than Fiction (Will Ferrel, Emma Thompson) lalu membahas beberapa bagian penting dari filmnya untuk dijadikan bahan diskusi, ditambah kami membahas beberapa aspek dalam fiksi yang berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Mengingat cerita film ini merupakan gambaran umum tentang fiksi itu kayak apa dan gimana dia bisa menciptakan atau, bahkan, mempengaruhi karakter-karakternya. It is just getting more interesting as I wondered how surprising Mr. Randy could be. Mengingat waktu semester 1 (HA!), kelas Labwork-nya random banget dan kita dibuat nunggu dalam berbagai hal, tapi pas semester dua, he grabbed my attention verily. Sumfeh. So that’s also why I’m loving studying prose even more by now. He he he.

American Literature jauh lebih menarik. Satu-satunya dan pertama kali alasan gue ambil kelas Sastra Amerika ini adalah karena dosennya Pak Ari. He he. No doubt. I mean, he shows his great appetence in teaching and expounding methods and, this time, does it again by clearly explaining what America or Americans looked like back then. I also, furthermore, adore his sharp sense of humor. Making papers, however, is no exception. Gue harus buat paper lagi mengenai teks tertentu, dan required texts mata kuliah ini JAUH lebih panjang dan kompleks dibandingkan texts waktu pas semester 1. Period.

Terjemahan Teks Ilmiah Indo-Inggris-nya Ibu Lia juga gak kalah seru. Ha ha gue masih inget waktu pertemuan pertama mata kuliah ini. Gue masuk, sama anak-anak angkatan 2010, 2009, atau bahkan 2008 lainnya, di ruangan C103. Hari itu, suara si ibu lagi habis total. Dan mau gak mau beliau harus bisik-bisik buat ngomong. Sepanjang kelas! Which is annoying, but at the same time funny as well. Mata kuliah ini cukup menantang buat gue karena ada beberapa teori-teori penerjemahan yang masih asing, kayak Calque, Loan Translation, Regressive, dan yang lainnya. But I hope that presently I could cope with the class and also Mrs. Lia very well along this semester.

Dan alhamdulillah! Nilai-nilai semester dua sudah keluar! I’ve got straight A’s at almost all subjects. Hanya tinggal dua nilai lagi yang belum masuk ke laporan penilaian. Gue gak nyangka bakal dapet nilai yang bagus-bagus. Well, I was kinda pessimistic on Phonetics and Phonology, and Translating General English Texts back then. Tapi ternyata…alhamdulillah…berbuah manis🙂

Oke deh. Segitu dulu episode life lately-nya. Semoga kita semua bisa dipermudah dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini ya. Juga, semangat buat teman-teman yang ikut semester pendek juga, dan selamat menikmati “buah manis” yang akan kita petik di laporan nilai Semester 2. Amiiiin🙂

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s