SEKLEG 2012: The Two, Life-Changing Days

Beberapa hari yang lalu, gue sempet ikut acara yang diselenggarakan sama BPM Fakultas. Nama acaranya Sekolah Legislatif (SEKLEG) yang berlangsung selama 3 hari 2 malam. Dari perwakilan sastra inggris, cuma ada gue sama Rizki. Awalnya, brosur dan angket SEKLEG itu udah ditempel di mading-mading kampus, sepintas gue liat cuman gak gue perhatikan dengan seksama. Sampe akhirnya si Rizki ngajakin lagi, dan walhasil–daripada weekend di kosan dan cuma stuck sama tugas, mending gue ikut SEKLEG. Dan bener, pengalaman-pengalaman gak kebeli itu ada. Cuma bayar 20 ribu aja dan gue bisa dapet segala hal penting dalam tiga hari dua malem: materi, konsumsi, dan temen baru.

Pengalaman apa aja yang udah didapetin selama ikut SEKLEG?

Kalo ditanya pengalaman apa aja yang udah gue dapetin selama ikut sekleg? Wah banyak banget. Disana, kita gak cuma belajar tentang apa sih sebenernya BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) itu, gimana sih prosedur sama sistematis BPM, apa aja fungsi-fungsi BPM sebagai komunitas yang menampung aspirasi-aspirasi civitas academica FIB UNPAD, tapi kita juga belajar gimana caranya untuk bisa menjadi seorang pemimpin sekaligus pembicara yang kompeten. Sebagai mahasiswa baru yang belum tau apa-apa soal seluk-beluk kelegislatifan, gue jadi punya pengetahuan yang bisa dibilang cukup banyak setelah ikut acara ini.

Ada beberapa materi tentang kelegislatifan yang gue suka banget. Dan mungkin hampir semua materi yang diberikan semuanya gue suka. Para pembicara yang diundang kebanyakan berasal dari latar belakang keorganisasian yang gak jauh-jauh: dari anggota BPM atau BEM, baik tingkat fakultas maupun universitas dan kebanyakan dari UNPAD dan UPI. Mereka cerita banyak tentang struktur dan sistem keorganisasian BPM, mereka juga share sama kita pengalaman pribadi selama mengikuti BPM. Beberapa akang-akang senior itu gak bisa disebutin satu per satu karena gue juga lupa namanya. Mereka juga banyak ngasih contoh dan kejadian nyata selama mereka masih menjadi anggota BPM.

Pengalaman berkesan lain?

Gue juga mau kasih kredit buat akang-teteh panitia BPM yang dengan kreatifnya nyedian games interaktif dan kegiatan non-keorganisasian selama gue ikut acara ini. Hampir di beberapa menit sebelum materi, mereka ngasih games yang melibatkan semua pesertanya. Dan kebanyakan juga, gamesnya itu melatih otak kita untuk ikut berpikir dan berkecimpung dalam hal-hal yang gak jauh dari keorganisasian. Jadi, disamping kita rekreasi, kita juga secara gak langsung diajarkan oleh mereka untuk tau informasi tersirat dari game-game itu.

Terlepas dari semua itu, satu hal yang gak bisa kebeli juga: kebersamaannya. Disana, setiap malem, gue hampir susah tidur karena anak-anak yang ngelawak gak ada capeknya. Padahal, itu baru beberapa jam kenalan dalam perjalanan dan asal tau dari jurusan mana, tapi malemnya udah entah keruan gak capek-capek ngobrol. Gue bisa dapet banyak temen baru untuk share, diskusi, dan tuker pikiran mengenai BPM itu sendiri. At least, it’s better than idling around on your bed in your hostel gitu kan. Daripada bengong-bengong ga keruan di kosan, mending cari kesibukan sambil nambah pengetahuan tentang keorganisasian.

Gimana lokasi dan hal-hal menarik lainnya?

Ehm. Terakhir ke puncak itu…..pas SMP! Dimana setiap akhir tahun kelas gue selalu ngadain acara study tour ke puncak-puncak terkenal di kawasan Jawa Barat atau setempatnya. Disitu, gue yang belum tau apa-apa dan kerjaannya masih teriak-teriak dan kejar-kejaran sama temen pun gatau ngapain gue disitu. Tapi juga, gue dibuat betah sama atmosfer gunungnya, udara sejuknya, pemandangannya, dan berbagai macam hal-hal yang gak gue temukan di kawasan rumah gue: Tangerang. Makanya, pas tau kalo acara ini bakal diadain di puncak-puncak gitu, setidaknya itu bisa mengobati kerinduan gue untuk jalan-jalan ke kawasan puncak. Hehehe.

Kita nginep di Saung Cibingbim, Sumedang. Kayak yang udah kita tau sendiri, kawasan puncak di Jawa Barat–apalagi saung-saung dan villa-nya, itu gak ada tandingannya lah. Ya gatau sih kalo di bagian Indonesia yang lain. Tapi sejauh yang gue tau, dan sejauh yang gue pernah nginep di saung-saung seluruh Indonesia, gue emang juga baru nginep di saung kawasan yang gak jauh-jauh dari Cibodas dan semacamnya.

Tempatnya nyaman banget. Ada saung khusus untuk masing-masing putra dan putri, masjid, kantin, kolam renang, dan fasilitas outbond. Udara bukit Sumedang yang siang-malam semilir berhembus jadi kesan tersendiri buat gue. Itu juga salah satu faktor kenapa gue gak bisa tidur. I stayed up all night long just to make sure that I ain’t miss this chance, I don’t pass up this priviledge just like that. Kapan lagi coba kan. Malem-malem, nge-popmie, di teras saung, ngobrol, sambil udara dingin menyeru-nyeru. Waduh, priceless deh. Dan yang bikin gue makin terpesona adalah bahwa disana itu masih ada aja gitu sungai-sungai dangkal yang airnya bening bukan main dan memungkinan kita untuk bisa turun langsung ke pinggir sungai. Bunyi gemuruh air yang setiap malem selalu bikin tidur kita nyenyak. Atau gemericik air kolam renang yang bikin makin gue kangen sama saung-saung di kawasan bukit Jawa Barat.

I feel like I am home.

Rasanya gak mau pulang kalo udah di saung-saung kawasan puncak Jawa Barat tuh. Selama tiga hari dua malam, gue selalu menggunakan kesempatan emas untuk menikmati pemandangan malam ini setiap malam.

Apa kesan dan pesan untuk acara SEKLEG 2012 ini?

Kesannya mungkin gue jadi lebih tau tentang latar belakang dunia keorganisasian yang selama ini BPM udah lakukan untuk civitas academica FIB. Ternyata, setelah gue ikut acara dan menyimak seluruh materi, gue jadi tau betapa pentingnya peran BPM buat FIB. Pandangan mahasiswa selama ini yang ngecap kalo BPM itu adalah organisasi yang dinomorduakan setelah BEM, atau BPM itu gak lebih keren dari BEM, atau anggota-anggota yang lebih eksis atau lebih dikenal sama masyarakat luas justru adalah anggota BEM. Ternyata nggak. Kedudukan BPM dan BEM ternyata sama. Sama-sama vital dan krusial posisinya di tingkat fakultas. Jadi, bisa dibilang anggota-anggot BEM dan BPM itu lebih tinggi stratanya dibanding mahasiswa biasa yang gak ikut kedua organisasi ini. Bahkan, gue juga baru tau kalo ternyata BEM KEMA UNPAD itu menjadi sorotan BEM-BEM di fakultas seluruh Indonesia.

Selayang pandang, BEM itu fungsinya menjalankan dan menindaklanjuti aspirasi-aspirasi, undang-undang, dan peraturan yang telah dikalkulasi, dipertimbangkan secara baik-baik oleh BPM. Nah, sebelum diajukan untuk menjadi peraturan baru yang sah, harus ada sidang terlebih dahulu. Hehehe. Ini kok jadi bahas materi ya. Ya pokoknya sekilas gitu deh. Intinya, BPM itu mungkin sebagai ‘jembatan’ dari pendapat-pendapat mahasiswa umum yang nanti akan disampaikan dan ditindaklanjuti sama BEM.

Itu salah satu informasi penting yang bisa gue dapetin, kalo kesan yang lain mungkin gue salut sama beberapa pembicara yang ngasih materi-materi diluar keorganisasian. Misalnya, kayak ada kakak dari FIKOM semester tujuh yang share tentang gimana sih etika berpidato atau berbicara di depan khalayak, atau gimana sih caranya ngilangin rasa takut dan grogi selama kita berbicara. Ini juga secara gak langsung menyiratkan bahwa gue–yang nanti sebagai anggota BPM yang kerjaannya harus ngomong dan menyampaikan aspirasi–akan merasakan hal ini: grogi ngomong di depan dekan, atau di depan publik. Kesempatan emas lainnya juga gue dapetin ketika ada kakak senior dari Psikologi yang nyampein materi tentang Ilmu Hipnosis. Ilmu tentang pengalaman-pengalaman luar biasa yang terjadi di alam bawah sadar kita. Dari ilmu hipnosis ini, gue belajar untuk menjadi lebih percaya diri kalo disuruh berbicara di depan umum. Gue belajar untuk menghapuskan virus-virus atau pikiran-pikiran negatif yang kita alami ketika kita berada dalam kesulitan. Gue belajar untuk mematri kuat-kuat dalam otak bahwa kita semua itu bisa, kita semua possible dalam melakukan apapun. Bahwa semuanya–pikiran baik dan pikiran buruk–semuanya ada di alam bawah sadar kita.

Kalo kita mikirnya positif, pasti realita juga akan menarik kejadian-kejadian positif di sekeliling kita.

Sesimpel itu.

Setelah materi self-hypnosis selesai, kita memanfaatkan waktu yang masih tersisa untuk menikmati fasilitas kolam berenang. Di bawah terik sinar matahari, gue berenang di air pegunungan murni yang bener-bener seger. Yang gak ada kaporit dan obat-obatan pembersih yang bikin mata sakit. Yang gak butek karena bekas dikencingin orang. One thing that I miss the most. Berenang di air biru bersih yang ga nyakitin mata, dan gue dapetin itu disini. Selesai berenang, kita makan siang dulu, dan sekitar jam 6 sore hari Minggu, kita baru balik ke Jatinangor dengan angkot sewaan.

Pesan dan harapan gue untuk acara SEKLEG 2012 FIB UNPAD tahun depan mungkin dari segi sosialisasinya ya. Soalnya, dilihat dari jumlah peserta yang cuma 25 oranganlah (gak termasuk panitia) rasanya sayang banget gitu kalo acara dengan materi bermacam-macam yang emang patut untuk ditanamkan dalam otak mahasiswa, tapi cuma diikuti sama beberapa peserta. Mungkin lebih dari angket-angket dan brosur-brosur untuk mempromosikan acara ini. Gue juga ngeliat brosur SEKLEG sepintas aja (karena kemakan karena ukuran-ukuran brosur dan pengumuman di mading yang lain yang lebih besar dan lebih atraktif) itu juga bentuk brosurnya kecil banget dan gak atraktif. Jadi mungkin, lebih ke sosialisasinya aja sih. Gue yakin, kalo acaranya lebih banyak peserta, pasti jadi semakin banyak yang tau kalo ternyata BPM itu memegang peranan penting dalam kehidupan mahasiswa FIB/fakultas lainnya.

Ditambah game-game yang emang bener ngelatih kita untuk menjadi leader dalam sebuah kelompok dan betapa pentingnya kinerja sebuah tim dalam menyelesaikan satu masalah.

 

Salam,
Dari Sastra Inggris untuk Indonesia.
Viva Legislativa!

2 thoughts on “SEKLEG 2012: The Two, Life-Changing Days

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s