“Si Anak Menteng” Presiden Amerika 2012-2016

I was idling around the other day when I found this video: Barack Obama delivering a speech about his accepting the nomination as a President of the United States of America. Video berdurasi kurang lebih 40 menit ini  berhasil bikin gue goosebumped. Video final speech ini diunggah pada awal Nonvember kemarin sebelum ditutupnya Electoral Vote dan the result day buat kedua belah pihak calon presiden: Obama dan Mitt Romney.

Pada masing-masing speech, para calon presiden ini otomatis punya visi dan misi yang berbeda-beda. Obama (dari Partai Demokrat) lebih banyak ngomongin kalo Amerika harus lebih fokus sama tenaga kependidikan yang nilai-nilai moralnya udah makin merosot, bullying, pajak, dan hutang-piutang yang semakin menggunung di berbagai sekolah dan kampus di beberapa daerah di Amerika. Sementara itu, Mitt Romney (dari Partai Repubik) justru lebih fokus sama kemiliteran dan angkatan-angkatan tentara yang harus lebih dibudidayakan karena dengan banyanya tenaga kemiliteran yang tersedia di Amerika, itu akan membuat negara superpower ini akan lebih kuat untuk berperang.

I have never been more hopeful with America. –Barack Obama

Dua bulan sebelumnya, masing-masing dari istri calon presiden ini ngasih electoral vote speech juga untuk mencari-cari suara dari rakyat Amerika. Di Illinois, Chicago, panggung besar khusus untuk memporak-porandakan euforia pemungutan suara oleh  masing-masing presiden dipasang gagah ditengah-tengah lautan rakyat. Bendera-bendera warna-warni menghiasi suasana malam Democratic National Speech (DNC) dengan begitu cantiknya. Ann Romney, istri Mitt Romney, dengan senyum tanpa henti ngasih speech dengan berkali-kali cerita tentang anak-anaknya (yang sekarang udah beranjak dewasa) yang semuanya militan. Mulai dari anak pertamanya yang di Airforce, sampe anak terakhirnya yang di marines ‘angkatan laut.’

Doi seolah-olah membangga-banggakan anak-anaknya yang udah terlepas dari naungan kedua orangtuanya dan bisa hidup mandiri dengan berkecimpung di dunia militer. Untuk penutupnya, Ann memberikan banyak pujian buat The First Lady, Michelle Obama karena waktu itu Ann pernah ngirim surat ke beliau, dan Michelle gak cuma baca suratnya, tapi juga ngundang langsung Ann dan suami untuk datang berkunjung ke White House.

“I’m not a political person, but I’m a military mom.” –Ann Romney.

Sementara itu, Michelle Obama memberikan speech lebih banyak berfokus pada curhatannya tentang apa yang udah beliau dan Obama lalui selama beliau menjabat sebagai Ibu Negara selama 4 tahun belakangan. Beliau lebih banyak bercerita tentang gimana dia dan Obama pertama ketemu, dari keluarga yang kurang berkecukupan, bagaimana ayahnya berjuang mati-matian untuk menyekolahkan dia dan abangnya–tidak pernah berhenti berjuang untuk memberikan kehidupan yang layak, pendidikan yang efisien, dan sarana-sarana lain yang memadai untuk dia dan abangnya. Michelle juga bilang bahwa dia terinspirasi setiap kali ketemu sama orang di jalanan, di Rumah Sakit, di sekolah, dimanapun. I have had an extraordinary years of being the first lady. But what the most important thing is, I don’t see what I do as the first lady, but as a mom and a chief.

I love Barack just the way he is, and I didn’t want that change when he became president. For me, Barack is still the man who picks me on my date night with this rusty car and catch a movie together with. I came from the unyielding spirit of a father’s love to give me and my brother a sufficient education and decent life. Until I met Barack, he came from the same background as mine, which makes me feel that I had finally found one man with a massive zeal to change America. He knows how to change this country because he’s lived it. –Michelle Obama.

Tepuk tangan penonton bergemuruh ketika Michelle mengucapkan selamat malam ketika pidatonya usai. Semua pemilih yang berada disitu tampak berdiri sambil tepuk tangan, bahkan sambil menangis.

Terbukti. Ternyata semangat dalam speech Obama dan hati besar dalam speech Michelle gak sia-sia. Vote untuk Obama langsung naik drastis ketika malam pemilihan umum itu ditutup pada 5 November 2012. Meskipun di beberapa hari sebelum malam terakhir, suara untuk Obama agak dibawah suara Romney, tapi akhirnya semua itu bisa tertutupi beberapa hari setelah pidato Obama. Hasil pemilihan suara akan diumumkan pada  6 November petang, besoknya.

Akhirnya, setelah sehari gue nunggu, semua keresahan itu pun terjawab. Obama berhasil menang kembali! Sekelebat, beberapa jam sebelum detik-detik pengumuman hasilnya, gue sempet browsing tentang berita kedua calon. Mitt Romney bilang kalo meskipun suaranya di beberapa daerah di Amerika sempet kalah dibanding lawanya, dia akan coba untuk mengumpulkan poinnya kembali. Sementara Romney menggebu-gebu kepingin jadi presiden, Obama justru malah ambil pasrah. What surprises me even more is that he has already prepared his both winning speech and loosing speech. Obama, to my surprise, udah nyiapin dua pidato: pidato kemenangan dan pidato kekalahannya. Subhanallah. Sungguh berhati besar, ya?

Mungkin itu. Salah satu karakteristik Obama selama ini yang paling menonjol, berbesar hati, berlapang dada. Salah satu contohnya, dalam menerima kekalahan itu sendiri. Dan hasilnya? Beliau menang.

Bersama Michelle Obama, Maleah, dan Sasha, Obama berjalan di atas panggung yang sudah dipersiapkan untuk presiden baru di kawasan Chicago. Dalam pidato kemenangannya, Obama bilang kalo semua ini terjadi berkat para rakyat Amerika, karena perubahan itu sebenarnya ada pada masing-masing orang. Obama mengucapkan banyak terimakasih kepada Joe Biden, wakil presiden Amerika karena telah menjadi sahabat setia dan paling bisa diharapkan. Beliau juga menjabat tangan lawannya, Mitt Romney, beberapa menit setelah hasil pemilihan suara diumumkan.

Itulah. Sosok pemimpin yang berjiwa besar. Bahwa kemakmuran sebuah negara tidak hanya dilihat dari bagaimana mereka punya senjata nuklir atau perang yang hebat, atau tenaga militer yang banyak yang bisa digunakan setiap kali ada serangan dari luar, tapi sebenarnya, yang paling penting adalah tenaga kependidikannya. Obama menegaskan bahwa bukan budaya Amerika bahwa murid-muridnya tidak punya uang untuk bersekolah, bukan budayanya lagi kalo ada nenek/kakek yang sakit tapi gak dirawat di Rumah Sakit cuma karena gak punya uang untuk beli obat, udah gak seharusnya anak-anak yang mau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi harus putus sekolah gitu aja karena bayaran yang terlalu tinggi, sehingga utang dimana-mana. Udah bukan negara adi daya lagi kalo ternyata masih ada aja penderita kanker yang sampe meninggal cuma karena telat bayar uang perawatan.

Obama juga menegaskan untuk memotong pajak, agar semua rakyat di Amerika bisa merasakan kebebasan belajar dan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Selebihnya, beliau ngomong tentang betapa bangganya dia bisa memiliki rakyat yang hebat seperti Amerika.

Biar lebih kerasa gimana getaran hebat pas beliau lagi pidato, Youtube udah upload banyak banget video-video pidato beliau.

Congratulations Barack “Anak Menteng” Obama!
Presiden Amerika periode 2012-2016!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s