GATES 2: The Priceless Impression

GATES (Gemasi’s Annual Threshold Educational Sessions) 2 has finally come! It’s finally here.

Beberapa hari setelah OSPEK dan Opera Budaya (OPBUD) dilaksanakan, ternyata bayangan gue untuk cepet-cepet pulang ke Tangerang harus ditunda dulu karena GATES ini. Ya, GATES itu semacam program masa bimbingan (mabim) khusus untuk para mahasiswa sastra inggris unpad, dimana acaranya itu ngambil konsep dari novel trilogi The Hunger Games-nya Suzanne Collins. GATES ini dilaksanakan dua hari setelah berakhirnya OPBUD. Tapi apa daya, pengalaman gue–yang harus seminggu mondar-mandir di Jalan Dago, berlelah-lelah untuk cari bukaan sekaligus cari angkot dan jalan kaki lagi, bahkan sampe waktu buka puasa keteteran waktu itu–gak bakal dilupain gitu aja.

Saking kangennya sama Tangerang, gue mutusin untuk pulang dan ngelupain GATES 1.

Beberapa minggu kemudian, gue tanya sama anak kelas lain yang hadir GATES 1 waktu itu. Dan gue langsung miris pas respons mereka tentang GATES 1 positif banget. Ada yang bilang “lebih dari seru!” atau “priceless banget!“. Seketika, gue nyesel kenapa ngerelain pulang. Tapi, gapapa. Semangat gue bangkit pas tau kalo bakal diadain GATES sesi kedua Oktober mendatang.

20 OKTOBER 2012.
The D-day finally comes. Ini GATES kedua, dimana juga pertama kalinya gue ikutan acaranya. Jadi, selayang pandang seluruh mahasiswa sastra inggris angkatan 2012 dibuat 14 distrik, dimana masing-masing distrik akan unjuk kebolehan dengan menampilkan kostum yang menggambarkan tema dari distrik mereka itu sendiri. Gue dapet distrik 4, temanya fishing atau perikanan gitulah. Awalnya, ide untuk bikin kostum dari jaring-jaring ikan atau dari kail mancing sempet kepikiran, tapi karena kita sadar itu terlalu ngemper, jadi kita coba pake konsepnya Dewa Neptunus, Dewa Laut jaman Yunani.

Setelah hampir sebulan kita buat kostumnya, akhirnya jadilah! Dengan modal gamis (baju panjang yang biasanya dipake buat naik haji) bokap gue, selendang biru untuk dekorasi dikit, karton emas untuk belt, mahkota, dan tameng di lengan, benang-benang kasur tipis yang ditempel di mahkota, sendal jepit dengan tali rafia biru yang dibikin simpul ga keruan, akhirnya tersihirlah gue sebagai Dewa Neptunus UNPAD 2012 (sayang gue gak ada fotonya). Ngomong-ngomong, kenapa gue harus make semua barang-barang itu, karena gue adalah volunteer (yang juga bareng anak kelas E, Audia) yang bakal berlenggak-lenggok di karpet merah untuk dinilai sama para panelis.

Acaranya dilaksanakan di Aula B303 FIB UNPAD jam 6 sore. Malem minggu yekan, di kampus ga ada siapa-siapa juga, dari bawah sini (sebelum disuruh naik ke aula) keliatan suasana remang dan lampu keemasan yang hilang-timbul dari dalam aula. Kita digiring sesuai distrik dengan haymitch (Penanggung Kelompok) masing-masing. What appealed me was the candles which had been set up throughout the hallway; macam di kawinan, dikawal bodyguard, pake baju formal dan segala macemnya.

Sampailah kita di depan gedung B303. What appealed me even more was the decoration! Gue pangling ngeliat ruang B303 yang biasanya ngebosenin, dari ruangan yang segede itu kalo lagi jamnya kuliah cuma ada beberapa mahasiswa yang masuk sementara dosennya entah-berantah ngomong didepan sama infocusnya, tapi sekarang……..it was just another enticing room I’d come any day. Ada gorden-gorden yang dipasang di atap-atap, kursi-kursi-khas-kawinan yang dijejer, dan satu karpet merah yang dipasang di bagian tengah ruangan, oh iya dan satu panggung kecil di bagian depan ruangan.

Konsep acara yang menggambarkan salah satu scene di The Hunger Games, dimana para peserta The Hunger Games yang akan bertarung diperkenalkan dengan rakyat yang menetap di distrik-distrik tertentu. Cuman bedanya, kalo di GATES, pesertanya ditanya-tanyain seputar sastra inggris, UNPAD, dan salah satu scene yang ada di novel The Hunger Games. Sebelumnya, masing-masing distrik juga harus membuat satu creative essay membahas mengenai tema yang berbeda-beda. Distrik gue milih tema “Plans after graduated from Department of English“. Sebelum dikumpulkan ke panelis untuk dinilai secara gramatika, dekorasi, dan isi esainya, semua itu harus melewati proses proofread, dimana tulisan kita dicek dan dikoreksi sesuai dengan gramatika dan tata cara penulisan esai bisa oleh dosen atau mahasiswa senior. Karena waktu itu masih pada kehabisan ide, sementara yang lain sibuk ngurusin kostum, akhirnya gue asik ngerjain esai itu sendirian. Gue terjemahin teksnya ke dalam bahasa Inggris sendirian juga. Tapi, kita nyalin untuk didekorasi dan dikumpulkannya bareng-bareng.

Walhasil, esai gue dihargai dengan nilai 10. District 13 berhasil memenangkan The Best Essay karena nilainya 14. But, overall, it was just a game. Gak penting nilai dan how good the decoration of your essay is sih menurut gue. It was just about the solidarity. Ada juga pemenang-pemenang kategori The Best Costume dan The Best Interview. Untuk yang satu ini, gue cukup punya harapan tinggi soal kostum distrik gue, soalnya cuma distrik gue doang volunteer cowoknya yang pake mahkota dengan rambut-rambut ala Dewa-Dewi Neptunus. Hehehe. Kalo soal interview, gue nyerah. Karena gue belom baca sama sekali novelnya atau nonton filmnya. I once had a huge expectation about the costume that we would win one trophy, but, at the end, we didn’t win any.

But it’s all about the solidarity and the togetherness, aye?

Setelah acara utama selesai, mulailah acara hiburan. Acara hiburan ini diisi sama para mahasiswa senior Sastra Inggris yang lagunya udah sering kocar-kacir dan tampil di BluR (Blue Radio, stasiun radio di Fakultas Ilmu Budaya). Lalu, acara puncaknya adalah pas salah seorang kakak senior nyanyi lagu Country dan beberapa lagu hits lainnya. Dengan gaya santai dan gitarnya, dia berhasil ngebawa para peserta ikutan nyanyi dan bahkan beberapa ada yang sampe maju kedepan untuk sekedar ngerusuhin. But it was super fun, though. I had a great time.

Acara puncak itu menutup seluruh acaranya. Thank you very much, bang-senior-siapapun-namanya!

Acara berakhir jam 10 malam. Gue langsung head straight ke kosan. Tepar.
GATES 2 ini bisa dibilang adalah so-called Prom Night yang susah dilupain rasanya. Ga nyesel deh ninggalin GATES 1 terus kebayar ludes di GATES 2 ini. Yah..kalo gini caranya sih, gue makin gak sabar ikut GATES sesi ketiga hehehe. Terus solid Mahasiswa Sastra Inggris UNPAD!

Salam,
Himawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s