Dari Lagu Barat, Ditemukan “Dia”

Sunlight. Sebenernya gue cukup cynical sama band-band yang gak pernah gue tau sebelumnya. What surprises me even more, band yang satu ini bisa bikin gue jatuh hati sama salah satu lagunya. Hehehe. Adalah Plain White T’s, band asal Illinois, California yang dibentuk pada tahun 1997 dan mulai merampungkan album pertamanya tiga tahun kemudian. Masih aktif memproduksi album dan menyalurkan bakat musik para anggotanya dengan lagu-lagu bertema American pop punk.

For me it’s such a desperate song. I was in a ten-year relationship, that was ending. And kind of written out of time where I wasn’t certain whether I can fix the relationship I was in, or whatever but, still kind of hope of being able to get back of someone I loved. —Tom Higgenson, the vocalist, when being asked what this song is about.

Adalah Tom Higgenson, Dave Trio, Mike Retondo, Tim Lopez, dan De’mar Hamilton yang memprakarsai sebutan Plain White T’s sebagai maskot untuk nama band. Salah satu lagu favorit gue adalah Sunlight ini. Lagu ini masuk dalam album Big Bad World (BBW) yang dirilis tahun 2008 silam. Setelah gue dengerin lagu-lagu dari BBW sealbum, lagu Sunlight adalah satu-satunya lagu mellow yang terhidang. Seperti judulnya, lagu ini seolah-olah memancarkan “pancaran cahaya terang” bagi para pendengarnya.

Dan tau apa? Selidik punya selidik. Gue telisik dalem-dalem lagu ini dalam beberapa hari. Kebetulan, beberapa hari yang lalu nyokap sempet kunjung buat dateng ngeliat-liat kosan gue di Jatinangor, dua hari satu malem akhirnya beliau pergi. Nah, pas momen-momen itulah, seketika mood gue berubah drastis dari joyful langsung uninterested. Kalo emoticon, smiley face jadi moody/sad face gitu. Akhirnya, gue baru sadar kalo, somehow, lagu Sunlight ini ada hubungannya sama keberadaan Allah Swt. There is some kind of interlink that–realize it or not–indescribably will touch your heart and see how the lyrics flow just like the rhythm that this song has to offer.

Gue kupas satu-satu deh liriknya.
So, at the beginning, the lyric,

When the storm won’t end on your raging sea
When you’ve all but given up float back to me
When the waves come down and your arms get weak
When you’re tired of bailing out float back to me

Kesemua lirik diatas menggambarkan bagaimana kita (pendengar) sebagai manusia atau sebagai seorang kekasih yang ditinggal jauh sama pacar. Kata-kata yang begitu menunjukkan seolah-olah si penyanyi begitu kuat dan perkasa, hingga katanya “when you’re tired of bailing out, float back to me” seolah-olah kita dibuat pasrah dengan keadaan yang kita lewati.  Satu poin dimana kita bisa menyimpulkan bahwa, di awal lagu saja udah tergambar–dalam benak gue–kalo lagu ini menceritakan tentang “kembalinya” kita kepada setiap permasalahan atau cobaan apapun yang menimpa, dan menyerahkan segalanya sama Allah.

Bait kedua,

When you’re all alone stuck in the dark
When you’ve lost your way in life I won’t be far
When the seasons change and you fall apart
When the winter chill is near I won’t be far

“Ketika kau berada dalam kesendirian, terjebak dalam kegulitaan. Ketika kau merasa tersesat dalam dermaga hidup yang mengombang-ambing, Aku tidak pernah pergi jauh. Ketika musim berganti dan kau jatuh terjerembab, ketika udara musim dingin mulai mengusik, Aku tidak pernah pergi jauh.”

What a line, ya? Dalam bait kedua, lagu ini jelas mendeskripsikan lebih jauh tentang sosok Aku. Aku yang begitu kuat dan maha Kuasa. Disitu gue menemukan Allah lagi.

Bagian reff,

Cause I can see sunlight through my window
If you open your eyes you’ll find your way back home
Sunlight through my window
If you open your eyes you’ll find your way back home

Dalam buku Dia Ada Dimana-mana karya M. Quraish Shihab yang lagi gue baca sekarang, kata-kata dalam lirik ini bener-bener mewakili kaya apa yang gue rasakan pertama kali denger lagu ini. Dalam bab “Matahari” di bukunya itu, beliau menjelaskan bagaimana proses kejadian sinar matahari yang secara kronologis dan sistematis turun dan membasuh segala aura dan udara dingin agar semuanya menjadi hangat kembali. Beliau juga menuturkan bagaimana seimbang dan teraturnya porsi-porsi alam kehidupan yang Allah telah sediakan bagi manusia untuk dinikmati.

Salah satu nikmat yang gak bisa kita hindari adalah sinar matahari. Sinar hangatnya yang memeluk segala penjuru bumi, hingga pelosok-pelosok dalam lubang tak kasat mata pun sanggup ditembusnya. Subhanallah. Dalam lirik, “‘Cause I can see sunlight, through my window. If you open your eyes, you’ll find your way back home.” you’ll find your way back home. Bayangkan, hanya dengan menyaksikan dan menikmati indah nun hangatnya sinar mentari setiap pagi, kita bisa menemukan kedamaian disitu. Pun kita tentu bisa merasakan kehadiran-Nya dalam kehidupan ini. Apa jadinya kalau matahari terlambat terbit? Dan baru muncul di atas pukul 9 pagi? Tentu keadaan seperti itu akan merusak keseimbangan ekosistem.

Bayangkan, shalat dhuha diundur waktunya, shalat subuh dimajukan waktunya, akhirnya tidak ada yang bangun pagi dan bingung mau mulai kapan shalat lailnya. Tapi subhanallah, Allah telah merancang waktu sedemikian rupa, dengan kuasa-Nya kita bisa menikmati tepatnya matahari terbit, merasakan hangatnya sentuhan matahari pagi yang tersenyum.

Dari semua ini, bisa gue simpulkan kalo Allah memang ada dimana-mana. Bahkan di lagu barat sekalipun! Yang notabene-nya yang bikin lagu itu orang Amerika. Dari hal-hal kecil yang kaya gitu pun, kita bisa menemukan kehadiran-Nya. Dari kejadian alam seperti yang dipaparkan secara runtun, sistematis, dan mudah dicerna pada buku Dia Ada Dimana-mana, gue lebih bisa merasakan tenangnya hidup.

We’d better look more deeply into ourselves and the surroundings. What are we made of and where we come from is something miraculous that we have to be grateful for. Allah is sincerely everywhere, watching and guiding us through our deeds and activities.

Gimana dengan kalian? Apa kalian punya lagu barat atau favorit yang ada kaitannya dengan kehadiran Allah Swt?

One thought on “Dari Lagu Barat, Ditemukan “Dia”

  1. love this song ><
    2 of my vaf song, fix you from cold play n bohamian rhapsody from Queen (kata orang kotroversial si..tapi maknanya dalam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s