Film “Innocence of Muslims”: Kita Tidak Perlu Marah

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi teman-teman (mu)” - QS. 5:51

Dimana-mana ada berita ini. Film “Innocent of Muslims” yang katanya bikin geger semua rakyat muslim telah beredar dimana-mana. Tadi pagi, gue liat beritanya di TV, di forum Kompasiana, timeline Facebook, bahkan dari mulut ke mulut. Sejurus kemudian, gue tertarik untuk ngeliat langsung kaya apa sih trailernya.

Sekali gue buka link trailernya di Youtube, wah! Bener-bener pelecehan. Di sinopsisnya, film “Innocence of Muslims” menceritakan tentang mengingat kembali peringatan 9 September 2001: kejadian yang bikin semua rakyat Amerika geger. Karena menurut cerita yang berkembang, pengeboman gedung World Trade Center (WTC), Pentagon, dan The Capitol Hill disebaban oleh teroris muslim yang ada di Irak.

Gue kurang ngerti juga sih cerita lengkapnya. Mungkin temen-temen udah lebih tau kronologis ceritanya, tapi ya selayang pandang ngertilah. Semenjak pengeboman ini terjadi, dan banyak orang-orang Amerika yang meninggal secara gak bersalah, membuat para oknum dan pejabat tinggi negeri di Amerika seperti, George W. Bush marah. *cie marah*
Akhirnya, karena asumsi sang presiden yang mengaku adanya serangan balas dendam oleh Irak dan sebagian besar rakyatnya muslim, Americans memilih untuk memusuhi kaum muslim dan bahkan mencapnya sebagai kaum yang buruk. Berbagai label nama telah disematkan oleh Americans kepada kaum muslim. Entah kaum perusaklah, kaum terorislah, kaum ajaran sesat dan semacamnya.

But it doesn’t matter anyway. Hak orang Amerika untuk berkata apa aja, secara mereka lebih punya pandangan untuk ngomong straightforward dan terang-terangan sama lawan bicaranya. Bahkan mulai ngejudge yang nggak-nggak terhadap kaum muslimin semenjak kejadian itu tanpa bukti yang kuat atau argumen yang jelas.

No wonder ya setiap kali gue chat di Yahoo! Messenger dan kebetulan dapet kesempatan buat ngobrol bareng orang Amerika, sejurus mereka tau kalo gue dari Indonesia, mereka langsung rubah mode on jadi away, atau bahkan off. It’s pretty obvious that most of Americans do hate moslems.

Dari sinilah, Amerika mulai cari-cari celah untuk membalas perlakuan kaum Irak yang mayoritas adalah kaum muslim. Cara apapun berani dipertaruhkan untuk menjatuhkan dan menjelek-jelekkan kaum muslim. Dari penglabelan yang nggak-nggak sampe hukuman mati. Salah satu bukti yang paling konkret adalah dengan kehadiran film “Innocence of Muslims” ini. Judulnya emang gak kontroversial, tapi sekali liat 10 detik pertama dari trailernya, baru deh lo sadar kalo tu film kontroversial banget. Have you seen it anyway? If not, you better check it right away.

Di trailernya, terlihat jelas si aktor Amerika yang katanya berperan sebagai Nabi Muhammad (dalam pendeskripsian berjenggot, kulit tanned, dan rambut panjang keriting khas orang-orang Arab) sedang dalam scene yang mengejek fitrah umat Islam. Terlihat aktor lain yang menggunakan kerudung sejadi-jadinya, wajah yang dimelas-melaskan, dan aurat yang terbuka. Si aktor perempuan ini sedang duduk di depan aktor laki-laki dengan keadaan bagian paha terbuka, terlihat di 5 detik berikutnya si perempuan membuka kakinya yang jenjang di hadapan si aktor laki-laki, sehingga terlihat seperti mengangkang.

Detik berikutnya, si aktor laki-laki menempelkan kepalanya ke dada si perempuan dan disorot secara close-up. Seolah-olah imgin memperlihatkan buruknya kelakuan umat Islam di mata dunia. Terlihat juga di beberapa menit setelahnya, si aktor laki-laki terlihat sedang tertawa terbahak-bahak yang padahal menurut Islam dimakruhkan untuk tertawa terlalu keras.

Jelas sekali, perbuatan semacam itu tentu dilarang dalam hukum fitrah Islamiyah. Gimana gak marah, umat Nabi Muhammad yang dilarang abis-abisan melakukan itu aja udah dijamin diseret ke neraka. Apalagi dibuat video secara komersial tanpa melihat apa hukum melakukan itu dan mengaku-ngaku sebagai Rasul.

Inilah salah satu contoh kekafiran Amerika yang membegitu. Mereka tentu tidak akan habis-habis menjelek-jelekkan umat muslim karena rasa dendam mereka yang begitu kuat dan sulit dilepaskan. Seperti tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 52:

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit (keraguan dan kemunafikan) dalam hatinya.

Film “Innocence of Muslims” adalah salah satu bentuk cobaan bagi kita umat muslim untuk terus memperjuangkan Islam semata-mata atas nama Allah. Umat Islam tidak perlu marah, karena Islam secara harfiah artinya adalah damai, kedamaian. Biarkan kaum-kaum kafirin yang merasakan azabnya di kemudian hari, dan kita yang mengambil hikmah dari cobaan ini. Yang harus kita lakukan adalah untuk tetap berdoa dan berharap yang terbaik dalam berjuang di jalan Allah. It’s no use wasting your energy to relish your anger for something that we know is not worthwhile. Because that’s what the infidels do: making fun of the others, talking down to something they don’t believe, underestimating people who they think are lame.

Moslems are those who are united and interlinked to one another, harmless, and against violence. To create peace and mercy for the sake of the world. Bukan muslim namanya kalo nggak saling memaafkan.

Mudah-mudahan Allah mendatangkan kemenangan bagi kita umat terbaik di dunia.
Amin.

About these ads

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s