Ah, Kata Siapa Jurusan Sastra Cuma Buat Cewek?

Jujur, gue tersinggung sih nggak, mau dibilang diem aja juga gak sepenuhnya demokratis, pas denger statement kalo jurusan sastra itu dominannya khusus untuk kaum cewek. Masa sih?

Hari itu gue lagi off dan di rumah seharian. Browsing dan dvd marathon sepanjang hari di dalem kamar. Gak lama, sodara-sodara jauh  gue dateng. Mereka nanyain kabar dan disinilah cerita ini berlanjut. Bude Tuti nanya gue kuliah dimana dan ambil jurusan apa.

“Kamu kuliah dimana, Kak?”

“Di UNPAD, bude.” jawab gue sambil senyum.

“Oh, ambil jurusan apa?”

“Sastra inggris..”

Hoalah, kaya wadhon! Koe ambil sastra wong lanang kok ngambile sastra. Piye tho…
(Hoalah, kaya cewek! Kamu ambil sastra orang laki2 kok ngambilnya sastra. Gimana lho…)

Dengan senyum lagi gue bales pernyataan itu dan balik ke kamar. Galau sendiri.

Momen itu! Momen yang harusnya gue jawab, “emang kenapa kalo sastra?!” itu gue lewatkan. Gatau kenapa, pandangan orang-orang dewasa ini kok jadi makin sempit yah? Justru kalo malah pandangan gue sih, apapun jurusan atau bidang studi yang lo ambil, itu adalah garis hidup yang udah ditentukan, apa jurusan yang lo dapetin itu menentukan bakal jadi apa lo kedepannya.

Contohnya gue, gue ambil sastra inggris. Ya, dengan kehendak Tuhan kalopun misalnya gue concerned sama apa jurusan gue, pasti gue bakal jadi jurnalis, penulis atau apapun itu yang berhubungan sama sastra. O iya, dan denger-denger sih di kampus gue itu ada semacam pendalaman jurusan di semester tertentu, kaya Kediplomasian, Kewirausahaan, Kepariwisataan, dan macam lainnya. Nah, kalo udah ada pendalaman atau penekunan kaya gini sih itu beda ceritanya. Bisa-bisa lo jadi spesialis humas atau wartawan nantinya, padahal jurusannya di kesusastraan.

Trus kalo ternyata jurusan sastra atau Public Relations (PR) itu khusus buat cewek, apa cowok juga ngga boleh terjun ke dunia jurnalistik? Malah sosok public figure yang sekarang ada di benak gue dan bisa dijadikan untuk inspirasi adalah sosok cowok; kaya misalnya Chairil Anwar, Anwar Fuadi, atau Goenawan Mohammad. Dunia kesusastraan yang hubungannya dengan tulis-menulis sering disalahartikan sebagai dunia yang semata-mata buat cewek; misalnya nulis diary atau jurnal harian. Jadi banyak orang yang beranggapan bahwa kalo ada cowok masuk sastra itu justru agak melenceng, karena cowok itu pantesnya di mesin atau teknik. KATA SIAPA?

Tukang becak, ojek, pedagang kaki lima, tukang tahu gejrot bahkan pemadam kebakaran sekarang justru lebih didominasi sama kaum cewek kan? Kaya yang gue bilang tadi, who knows? Kita ngga pernah tau kita bakal jadi apa. Bisa aja hari ini gue jadi sastrawan, besok–dengan kehendak Tuhan–gue bisa aja jadi tukang reparasi komputer. Apapun jalannya, apapun caranya.

The bottom line is, no matter what gender you are, what racist you’re adressed as, everything we’re concerning about/studying about in particular has something to do with what we’re going to be in the future. You guys and I will never know or judge what we’re gonna become. Gue bersyukur gue bisa dapet jurusan sastra, karena emang mimpi gue disitu. Mimpi gue adalah bisa jadi jurnalis. Penulis yang bisa menyuarakan aspirasi gue sendiri dan rakyat tentang opini-opini terhadap suatu masalah. Karena dengan menjadi jembatan/penyalur ide–ditambah mengerjakannya dengan sepenuh hati + ikhlas–lo bakal tau manfaatnya nanti.

Gue masih tetap bersyukur bisa dapet jurusan di dunia tulis-menulis. Masalah apapun gender, ras, atau warna kulit itu bener-bener gak penting sama sekali. Malah itu bisa jadi diskriminasi. Ga ada yang lebih baik dibanding MENSYUKURI apa yang kita jalani sekarang, karena dengan BERSYUKUR, Tuhan akan memberikan lebih banyak rejeki kedepannya.

Salam.

One thought on “Ah, Kata Siapa Jurusan Sastra Cuma Buat Cewek?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s