PPMB UNPAD 2012: SWEET MEMORIES

Pagi itu, gak ada dalam pikiran gue untuk bisa masuk ke Bale Santika, Universitas Padjadjaran. Gue masih shock dan dalam suasana terharu kalo gue udah bisa menginjakkan kaki di Bale Santika. Satu hal yang gak bakal pernah gue lupain seumur hidup: Ikut PPMB 2012. Gini ceritanya..

PPMB adalah kependekan dari Perwakilan Penerimaan Mahasiswa Baru. Dimana partisipan yang berkepentingan itu terdiri dari para mahasiswa baru, para pelatih dari Korps Protokoler Mahasiswa, dan mahasiswa lama alumni PPMB tahun lalu. Nah, salah satu hal yang bikin gue terharu dan bangga banget sampe sekarang adalah: Para mahasiswa baru yang ditunjuk ini nantinya bakal dilantik langsung oleh rektor unviersitas didepan mahasiswa-mahasiswa baru lainnya dan para dekan serta senat. Gila kan. Kapan lagi.
Jadi, singkat cerita. Gue baru selesai daftar ulang di Bale Santika, kalo gue boleh flashback sih itu tanggal 19 Juli 2012 hari kamis tepatnya. Sama bokap, dengan tegap gue melangkah keluar, tiba-tiba gue dicolek sama kakak FISIP ini. Doi ngajak ngobrol dan tiba-tiba ngasih kertas tulisannya:

SELAMAT! ANDA TERPILIH SEBAGAI CALON PERWAKILAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU YANG AKAN DILANTIK SECARA LANGSUNG OLEH REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN.

Perasaan gue saat itu……random. Absurd. Ga kebayang. Soalnya pertama ga jelas itu isinya kertas apa dan gue suruh berbuat apa setelah baca pernyataan itu. Kakak FISIP ini tepuk tangan sendiri sambil senyum. Dia jabat tangan gue dan (singkat cerita) terpilihlah gue sebagai anggota Perwakilan Penerimaan Mahasiswa Baru UNPAD.

PPMB HARI PERTAMA.
28 Juli 2012. Hari Sabtu. Latihan gerakan tangan dan cara jalan yang bener di UNPAD Dipati Ukur, Bandung. Gue dateng telat waktu itu. Udah banyak maba-maba laennya yang juga lagi ikutan baris-berbaris. Gue langsung masuk barisan. Latihan hari itu dibagi jadi dua sesi: sesi gerakan tangan dan sesi gerakan kaki.

Tapi ketika hari itu tiba. Ketika hari dimana semua pengalaman, kenangan, memori indah selama empat hari belakangan ini terbayarkan, rasa bangga itu gak bisa gue sembunyiin. Gerakan tangan dan gerakan kaki yang pada awalnya gue tau gue bakal bisa ngelakuin ini semua gak perlu gue khawatirkan hari ini. Semua rasa khawatir, resah itu libas sudah pas kamera menyorot satu persatu wajah kita para maba-maba beruntung.

Selesai latihan kira-kira lepas ashar. Gue pulang dengan hati lega, badan yang gak sabar untuk diistirahatin, ditambah kasur kosan yang sudah memanggil-manggil.
PPMB HARI KEDUA.
29 Juli 2012. Hari Minggu. Another training. Another exciting moment. Another life-changing experience. Hari ini dibagi jadi beberapa kelompok untuk baris-berbaris. Ditemani kakak-kakak dari Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) UNPAD, kita dengan disiplin ngikutin segala komando dan perintah yang diperintahkan.

Setelah isoma, kita 64 orang mahasiswa baru dari 16 fakultas dibekali dengan materi-materi yang berhubungan sama sejarah berdirinya UNPAD, atau siapa aja sih pendiri UNPAD. Nah, sesi ini namanya “KE-UNPAD-AN”. Dimana di dalem aula Ruang Serbaguna Cuma ada widescreen dan penjelasan-penjelasan dari teh Susi. Kita cuma bisa duduk tenang mendengarkan dan menanti keajaiban itu muncul. Keajaiban dimana kesempurnaan dalam barisan dituntut.

Tapi ketika hari itu tiba. Ketika hari dimana semua pengalaman, kenangan, memori indah selama empat hari belakangan ini terbayarkan, rasa bangga itu gak bisa gue sembunyiin. Kata-kata teh Susi tentang betapa megahnya Stadion Jati UNPAD Jatinangor, bener-bener bisa gue rasakan ketika berbaris rapi menghentakkan kaki masuk lewat gerbang samping stadion. Semua mata tertuju pada barisan PPMB dan barisan barikade yang mengantar kami menuju karpet merah. Ucapan terimakasih kepada teh Susi dan KPM UNPAD. Kalian bangga terhadap kami, kami LEBIH BANGGA bisa punya pelatih yang begitu menjunjung tinggi kedisplinan dan kesempurnaan. Meskipun dalam prosesnya belum bisa dibilang total.

Jadwal pulang hari ini jauh lebih sore dibanding hari sebelumnya. Pulangnya agak sore, hampir menjelang waktu buka puasa. Hari kedua latihan selesai.

PPMB HARI KETIGA.
29 Juli 2012. Waktunya seleksi siapa yang fixed masuk ke dalam barisan beruntung PPMB dan siapa-siapa yang akan dilantik oleh rektor secara langsung di depan ribuan mahasiswa baru lainnya. Hari ini seperti biasa. Paginya, kita latihan dulu. Latihan baris-berbaris. Jalan ala elegan katanya. Bukan paskibra, tapi juga bukan model. Lebih ke jalan biasa tapi teratur dan well-arranged. Badan yang ditegakkinlah, dada yang dibusungkanlah, pantat yang diangkat lah, bahu yang diaturlah, lengan yang diisilah.

Tapi ketika hari itu tiba. Ketika hari dimana semua pengalaman, kenangan, memori indah selama empat hari belakangan ini terbayarkan, rasa bangga itu gak bisa gue sembunyiin. Semua gerakan-gerakan itu mengalun dan mengayun dengan sebegitu harmonisnya. Dengan entengnya gue ayunkan tangan kanan dan kiri ke depan-belakang. Dan hasilnya………BAM! Rapi bukan main.

Setelah latihan dan isoma, selepas dzuhur keenam puluh empat (64) mahasiswa baru yang masih jadi calon bakal diseleksi jadi tiga puluh dua (32) besar. Aula itu besar. Sebesar lapangan basketlah. Kita dikumpulkan dan didudukan berhadapan cowok-cewek satu sama lain. Dengan diberi space yang besar di bagian tengah aula. Tiba-tiba kakak-kakak dari KPM masuk, dan langsung duduk di meja juri. Satu per satu mahasiswa per fakultas dipanggil dan disuruh jalan sesuai dengan apa yang telah dilatih selama dua hari belakangan.

Setelah keenam belas fakultas dipanggil dan keenam puluh empat maba berlenggak-lenggok di tengah aula, tibalah saatnya pengumuman seleksi.
Dag dag dag dig dig dig dick dick dick. (bunyi terakhir tidak penting, ga usah dibaca)
Kita di’lingkarkan’ *HALAH*, maksudnya kita disuruh buat lingkaran besar. Kita semua pegangan tangan dan disuruh tutup mata. Kurang lebih sepuluh menit kita disuruh tutup mata dan berdiri. Di sela-sela menit kedelapan ada seseorang dibalik mata gue yang ngalungin sesuatu di leher gue. Entah itu tandanya lulus atau justru malah gak lulus. Gue pengen caritau, tapi sayang matanya belom boleh dibuka dulu. Setelah 10 menitan, baru kita buka mata semua. Belom sampe gue nunduk untuk meriksa apaan yang tadi dikalungin dan apa yang ada di leher gue sekarang, si Taufiq anak FIB, jurusan Sastra Jerman langsung jabat tangan gue begitu disuruh aba-aba buka mata.

Gue langsung nganga dan speechless. Alhamdulillah! Gue keterima jadi PPMB 2012 UNPAD yang dilantik secara resmi langsung oleh rektor. Dengan rasa bangga, gue pulang ke kosan tanpa berhenti tersenyum dalam hati.

PPMB HARI KEEMPAT.
30 Juli 2012. Makin mendekati Hari H. Hari dimana kita tampil adalah tanggal 1 Agustus. Jadi udah H-2 sama hari ini. Sudah 32 besar maba yang terpilih untuk dilantik langsung sama rektorat, belom berhenti disitu! Otomatis kalo udah terpilih pasti latihannya juga pasti harus ekstra berat dan ekstra lama. Mengingat tinggal dua hari lagi hari showtime akan tiba.

Di Gedung Pleno UNPAD Dipati Ukur hari itu kita latihan. Hari itu, gue dateng telat lagi. Hari ini latihan Pancadarma. Pancadarma itu kaya latihan vokal dan pegikraran Janji Mahasiswa UNPAD nanti. Nah, untuk yang Janji Mahasiswa, ini ada seleksi lagi.

Tapi ketika hari itu tiba. Ketika hari dimana semua pengalaman, kenangan, memori indah selama empat hari belakangan ini terbayarkan, rasa bangga itu gak bisa gue sembunyiin. Ketika Navajo, anak FISIP jurusan HI dengan lugas dan tegasnya mengikrarkan Janji Mahasiswa didepan rektor langsung, dan seluruh siswa secara khidmat mendengarkan dan kita para PPMB dibelakangnya ikut merinding ngeliat pak Rektor dan para dekan yang lain senyum bangga sama kami. Mengingat dekan-dekan itu PAS banget didepan mata gue. Wah ga kebeli banget deh.

Navajo yang terpilih sebagai pembaca Janji Mahasiswa, sekaligus dia telah terpilih jadi ketua angkatan PPMB 2012 UNPAD. Dengan rasa bangga, hari itu menjadi hari dimana kita semua ngerasa kalo ini adalah keluarga baru. Bukan sekedar temen beruntung yang dipilih untuk sekadar baris-berbaris dan dilantik secara resmi oleh rektor. Tapi jauh di lubuk hati, gue mulai ngerasa kalo……..I’ve found my new family here. Padahal baru beberapa hari ada kegiatan di kampus.

PPMB HARI KELIMA.
31 Juli 2012. Gladi Resik di Stadion Jati UNPAD Jatinangor. Berhubung pas hari Senin nanti gue dan kawan-kawan harus cepak, mau gak mau hari ini harus cukur bareng-bareng. Dengan model rambut sama, cepak ke-plontos-plontosan rapi kita mulai lagi latihan. Jauh lebih keras, lebih lama, dan lebih melelahkan.

Mulailah dipilih siapa yang bakal mimpin barisan, dan siapa aja yang ada di barisan depan dan belakang. Tergantung dari kerapihan baris-berbarisnya sendiri. Gue dapet kebagian dibarisan ketiga dari depan. Lagipula, urutan barisannya juga diurutin dari tinggi badan anggota PPMB.
Setelah buka bersama di Gedung Rektorat, dan karokean bersama, kita mulai latihan lagi di stadion. Ini adalah latihan terakhir kita ber-tigapuluhdua sebagai PPMB. Jadi harus secara ikhlas semuanya dikerahkan. Rasa kantuk dan lesu harus dikesampingkan terlebih dulu demi sempurnanya besok.

Tapi ketika hari itu tiba. Ketika hari dimana semua pengalaman, kenangan, memori indah selama empat hari belakangan ini terbayarkan, rasa bangga itu gak bisa gue sembunyiin. Rasa lesu, lelah dan segala macem keluh kesah yang kita rasain selama empat hari belakangan ini bener-bener berharga. Harganya gak punya nilai, gak punya price tag. Beneran deh. Gue gak bisa ngungkapin kekompakan kita PPMB untuk yang satu ini. Bener-bener bangga sama kalian semua.

Sebelum ke stadion untuk diberikan pengumuman selanjutnya, kami sempet karokean bareng pak dekan/rektor itu gue lupa. Pokoknya kami karokean sama bapak2 yang jelas. Semua orang ikut nyanyi dan joget, ada yang sekiranya malu-malu untuk joget dan cukup Cuma tepuk tangan demi menambah kehangatan suasana karoke. Kita semua kaya keluarga bahagia; New Happy Family-nya UNPAD. Kita selesai latihan jam 11 malem. Sementara besok udah harus ngumpul lagi jam 3 pagi. Karena mau ada acara sahur bersama dan touch up. Selesai itu, kita nginep di Asrama Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD. Gue dapet satu kamar bareng Navajo dari FISIP, Hilmi dari FARMASI, Randi dari FMIPA, Indra dari FARMASI, dan Fadhil dari Teknik Geologi.
Kita ngobrol cukup sebentar. Sekitar 20 menitan, dan gak sadar suasana kamar udah hening karena rasa lelah yang teramat sangat. Fyuh……….

PPMB HARI KEENAM.
01 Agustus 2012. Hari H. Setelah bangun tidur, kakak-kakak KPM langsung masuk ke kamar-kamar dan ngasitau untuk secara gece pake baju sesuai dresscode yang dikasih untuk hari ini. Baju putih formal gue agak kegedean, kurang pas keliatannya kalo dibandingin sama tubuh gue yang kurus dan agak two-pack ini, membuat kepala gue terlihat menjadi semakin kecil heheheheh.

Tapi ketika hari itu tiba. Ketika hari dimana semua pengalaman, kenangan, memori indah selama empat hari belakangan ini terbayarkan, rasa bangga itu gak bisa gue sembunyiin. Meskipun gue yakin tadi subuh kalo kepala gue bakal kekecilan keliatannya di widescreen dan disorot kamera, semua itu terbayar sudah. Disitu gue cuma jalan dengan senyum bangga bersama para maba lainnya. Dengan rambut cepak dan berkacamata, gue sudah berpijak di karpet merah dan duduk tegak sambil menunggu para rektor, senat, dekan, dan guru besar untuk masuk ke dalam aula upacara. Subhanallah. Perasaan itu gak bakal kebeli sampe kapanpun.

Selesai itu, kita sahur bareng di kantin Asrama Fakultas Ilmu Keperawatan. Gue cuma menyeruput dua gelas energen vanilla panas setelah semalaman gak dikasih minum dan cuma latihan latihan dan latihan. Pagi ini, perut gue lumayan terisi. Setelah itu, kita naik angkutan kampus gratis menuju Stadion Jati untuk makan beratnya. Ini masih jam 04.15 kalo ngga salah, jadi masih ada cukup waktu untuk sahur.

Para maba yang sudah dimasukkan ke dalam Stadion udah mulai riuh. Kita barisan PPMB ditempatkan di gerbang bagian samping/depan deh itu gue kurang ngerti. Yang jelas itu dari bagian depan deh. Kita dari jam enam pagi buta udah harus melawan rasa kantuk yang belom bisa dibayar lunas semaleman karena jam tidurnya masih belum cukup, plus ditambah harus ngelawan rasa dingin dan semilir angin Bandung yang lo tau sendiri, kalo angin Bandung pagi-pagi itu kaya nggigit tulang. Brrr. Ampundijeh.

Pengen gitu rasanya, disela-sela nunggu masuk ke dalam stadion gue bisa ngelirik beribu-ribu maba yang sudah duduk manis di stadion. Tapi gabisa. Kita udah disuruh baris sesuai dengan barisan yang di-fixed-kan sama kakak-kakak KPM. Sekitar 2 jam kita berdiri akhirnya sampelah jam 8 pagi! Sekitar pukul 08.15 kita masuk stadion. Barisan depan dipimpin oleh kakak-kakak barikade dari KPM dan diikuti sama kita anak PPMB.

Setelah penantian panjang ‘ditahan’ di pinggir lapangan. Gue bisa denger riuh suara MC bilang:

KEPADA PERWAKILAN MAHASISWA BARU YANG AKAN DILANTIK LANGSUNG SECARA SIMBOLIS OLEH REKTOR DIPERSILAKAN MEMASUKI LAPANGAN UPACARA.

Gue gak bakal lupa, perintah teteh2 dan akang2 untuk nyuruh kita senyum senyum senyum, bahu ditegakkan, pantat diangkat, kepala jangan nunduk. Semua itu yang bikin terharu sampe gue jalan dan masuk gerbang Stadion Jati UNPAD Jatinangor. Kami jalan dengan se-elegan mungkin memasuki lapangan upacara menuju red carpet yang sudah disediakan.

Selama kurang lebih dua jam kita duduk dan berdiri dengan step step yang harus diperhatikan dan yang sudah diajarkan oleh kakak2 KPM. Runtut. Indah jadinya keliatannya. Sumpah. Di barisan paling depan kami ber-tiga puluh dua jadi sorotan kamera dan mata-mata para oknum tinggi UNPAD. Wah…… :’)

Setelah acara selesai dan kami meninggalkan lapangan, kita bersorak sorai. Kita nyatuin tangan dan ngomong “LUAR BIASA” secara serentak. Ketiga puluh dua maba PPMB gak pengen mengakhiri segala ini.
Suka dan duka yang dialamin otomatis banyak banget. Ada beberapa bagian dari acara yang keliatan banget gak terkonsep sehingga banyak maba yang terbengkalai dan agak ngambang acaranya. Tapi semua itu baru gue sadarin setelah sekian hari diforsir untuk latihan dari jam 10 pagi sampe 11 malem dan pada akhirnya kita tampil sedemikian bagusnya. Gila gak tuh.

Kesannya, gue bangga sebagai mahasiswa yang masih bisa dibilang BARU BANGET dan baru terjun ke dunia perkuliahan gak lama tiba-tiba udah tergabung dalam organisasi PPMB ini. Dipilih pula! Disini gue banyak nemuin bakat-bakat temen2 yang ternyata juga sampe sekarang masih manjur efeknya buat gue pribadi. Kaya contohnya, ketua angkatan PPMB, Navajo Bima dari FISIP yang sebegitu semangatnya jadi ketua angkatan dan his being a leader’s spirit keeps boosting my confidence up until now. Terimakasih akang teteh yang terlibat dalam PPMB 2012. Disaksikan ribuan mata maba-maba dari berbagai fakultas. Di hadapan para rektor, dekan dan guru besar. Ikut menyanyi dan bertepuk tangan bersama. Such a priceless moments.
SALAM PPMB 2012! TETAP KOMPAK TEMAN2, AKANG TETEH, DAN FIB UNPAD!\

This slideshow requires JavaScript.

2 thoughts on “PPMB UNPAD 2012: SWEET MEMORIES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s