Renungan: Kematian

Kematian adalah sesuatu yang gak bisa lepas dari kehidupan manusia. Kematian adalah kodrat manusia untuk ‘mengawali’ hidup barunya di akhirat sana. Dimana sang hamba akan diminta pertanggungjawabannya sebagai manusia ketika ia hidup didunia dulu. Kematian adalah salah satu rantai yang mengikat siklus kehidupan dunia yang telah diatur oleh Allah Swt. ini. Salah satu unsur dimana kehidupan duniawi berakhir dan beranjak ke dunia yang lebih ‘tampak’.

Setiap orang pasti akan mengalami kematian. Sebuah kiamat kecil. Namun, ga ada yang pernah bisa tau kapan kematian seseorang/bahkan dia sendiri, karena itu sudah menjadi ketetapan Allah Swt. yang sudah ditulis di Lauhul Ma’fudz. Rahasia Allah. Jodoh, rezeki, dan kematian. Semuanya adalah kuasa Allah Swt. yang luar biasa.

Selagi masih diberi kesempatan untuk bernapas, mengagungkan indahnya dunia ini–yang sebenarnya hanyalah dunia fana dan tipu daya, dan menyucikan kebesaran Allah Swt., adakalanya kita menyisakan waktu minimal 1 sampai 2 jam sehari untuk kembali kepada-Nya. Sesungguhnya syetan sudah benar-benar merasuki pikiranmu dan menembus relung-relung dadamu untuk membuang waktu 23 jam sehari secara sia-sia dengan menonton TV, terlalu addicted dengan social media dan melakukan hal sia-sia lainnya. Sehingga secara tidak sadar, kita terhasut oleh godaannya yang begitu  memikat. Dan akhirnya lupa untuk shalat dan berdzikir. Naudzubillahiminzaalik….

Teman-teman, janganlah pernah kita menganggap bahwa hidup ini berlangsung selamanya dan kita akan hidup selamanya atau semacamnya; karena akhir dari umur seseorang manusia tidak ada yang bisa menentukan kecuali Allah Sang Pencipta. Jangan sampai kita terjerumus oleh tipu daya dan perhiasan dunia yang begitu melenakan, sehingga kita merasa dunia ini sepenuhnya milik kita. Jangan! Sesungguhnya itu adalah setan yang menjerumuskanmu begitu dalam.

Astaghfirullahuladzim.

Allah telah berfirman dalam Surat-Nya, An-Najm ayat 32. Yang artinya:
Dia lebih mengetahui keadaanmu ketika Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Sebelum semuanya sia-sia. Mari! Sisakan waktu MINIMAL 1 atau 2 jam untuk sekadar membaca Al-Qur’an dan mengkajinya. Karena kematian itu pasti akan datang. Kapanpun dan dimanapun. Orang tua yang sudah renta, maupun bayi yang baru lahir; jika Allah Swt. sudah memutuskan untuk berkehendak, maka terjadilah ia! Meninggal seketika orang yang dikehendaki-Nya. Laahaulaa wala quwwata illa billaah..

Teman-teman muda, hidup ini adalah sebuah kejutan. Termasuk kematian merupakan sebuah kejutan terindah yang nantinya Allah Swt. akan tindak lanjuti di akhirat kelak. Tugas kita adalah untuk mencari bekal kehidupan sebanyak-banyaknya untuk menghadapi catatan-catatan amal perbuatan kita selagi kita masih di dunia. Jangan sampai lalai, atau setan yang kejam akan masuk ke relung hatimu secara perlahan-lahan hingga kalian terjerumus. Hiii…

Kejutan yang telah Allah Swt. persiapkan adalah kejutan baik dan kejutan buruk. Jika kita mendapatkan kejutan baik, seperti, misalnya, kemanjuran, kelulusan, dan keberhasilan akan sesuatu, maka kita diwajibkan untuk selalu bersyukur. Bahwa Allah telah menjawab doa dan usaha kita.
Namun, jika kita mendapatkan kejutan buruk, seperti, misalnya, masalah, kegagalan, keterpurukan, dan ketidakberhasilan akan sesuatu yang telah kita usahakan, maka kita diwajibkan untuk TETAP bersyukur. Karena itu adalah salah satu kejutan yang diberikan Allah Swt. untuk menguji kita apakah kita kaum yang lemah dan menyerah atau kaum yang kuat dan mau bersyukur. Oleh karena itu, dilarang keras untuk suudzon terhadap Allah. Suudzon kepada sesama manusia saja dilarang, apalagi kepada Allah Swt. ya? Hehehe.

Tapi, apapun kejutan yang telah Allah Swt. persiapkan, tetaplah berdoa agar selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan untuk tegar menerima semua itu. Semoga dengan kehendak-Nya, kita bisa melewati dan menyelesaikan masalah kita dan terus berjuang.

Jangan sampai telat! Jangan sampai lalai, kawan. Hidup ini tidak ada yang tahu sampai kapan. Bahkan, kita sebagai hamba-Nya yang bukan apa-apa di mata-Nya dilarang untuk memprediksikan kapan hari itu akan terjadi.
Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s