Pintu Terlarang: Novel Review

Aku gila? Jangan sembarangan menuduh aku gila. Apa kau bisa membuktikan kalau aku gila? Apa kau bisa tahu kau lebih waras dariku? Apa aku tidak waras? Bisa ya, bisa tidak.  Oooooouuuuwww!

Line terakhir dari novel Pintu Terlarang-nya Sekar Ayu Asmara ini bener-bener bikin gue merinding disko. Beneran meeeeeeeeen sumpah even gue mau nangis karena ngebayangin sosok orang gila yang melekat di diri Gambir itu ada di satu ruangan yang sama dimana gue baca buku itu. Gak cuma bagian ini, hampir diseluruh bab, dan bahkan dari awal prolog pun gue udah merinding.

Setau gue novel karya Sekar Ayu Asmara baru ini. Makanya sampe sekarang gue masih cari buku-buku doi yang lain. Secara novel thriller ini masih kebayang-bayang dimimpi gue right after gue selesai baca! Ngenes gatuh.

Novel ini terdiri dari 38 bab. Disetiap babnya lebih banyak menceritakan tentang kehidupan Gambir dan Talyda, Pusparanti si jurnalis, dan si anak kecil misterius. Alurnya maju mundur dan susah ditebak sebelum baca sampe bab terakhir. One thing that crossed my mind for the first time was………Ibunya Gambir berengsek banget ye, Talyda juga bejat bukan main. It was true! Gue sering ngedumel sendiri disela-sela baca entah itu pas ibunya Gambir ngelakuin hal-hal yang liciklah, atau Talyda yang bohong sana-sini dan selalu ngerasa superior dibanding Gambir. Dan sampe detik ini! Gapernah bisa ngebayangin kalo ternyata sosok orang-orang yang disekitar gue itu justru malah memutar-balikkan fakta, khianat, selingkuh; yang pada akhirnya pembaca juga tau kenapa mereka berbuat seperti itu.

Inti cerita ini cuma satu kok: Gambir itu gila bukan main. Mungkin di awal-awal bab udah ada yang mulai curiga dan nyimpen diotak buat referensi; “Siapa sih si Gambir sebenernya?”, atau “Si ‘dia’ anak kecil yang sering disiksa itu siapa ya?”. Seluruh inti novel ini itu cuma berujung dibab paling akhir. Dimana Gambir kecil yang sudut pandangnya sebagai ‘dia’ mengungkapkan rahasianya tentang seluruh cerita diawal, dan betapa gilanya dia. Dengan diksi yang cukup pas, dan alur yang bikin tegang, plus gak berlebihan, siap-siap pembaca dibikin merinding.

Siapa yang tau apa yang ada didalam otak orang gila?

Siapa yang tau?
Sengaja atau nggak sengaja, penulis menyuguhkan bayangan-bayangan abstrak yang bisa bikin pembaca lupa diri. Dan masuk kedalam dunia gila si Gambir ini. Once you open the first page, you’ll be attached for the rest of pages ahead. Saking semangatnya pengen tau — karena sebelumnya gue sempet nonton filmnya (yang mungkin temen-temen juga udah tau) gue bener-bener gangerti ceritanya tentang apa — novel ini gue selesaikan cuma dalam waktu 7 jam! Semaleman!

Dan kalo gue compare sama filmnya, gue lebih suka novelnya. Karena lebih detail penjelasannya, ato mungkin gue aja kali ya yang lola nangkep alur filmnya apa, ato mungkin kan biasanya kalo adaptasi novel ke layar lebar itu, ada bagian-bagian yang gak penting ato harus dihilangkan demi kebijakan film itu sendiri. Karena novel dan film gak sama. Kalo udah diangkat ke layar lebar, banyak part-part yang gak terlalu penting untuk dibuang biar bisa keep up sama alur aslinya. Tapi, justru pas gue baca novelnya, malah banyak part-part tentang Gambir yang dihilangkan. Even difilmnya, Joko malah nambah-nambahin unsur-unsur baru biar penonton bisa nyari tau sendiri/emang dibikin biar bingung.

Contohnya, difilmnya, ada sebuah gedung tua yang  namanya apa ya gue lupa, pokoknya ada Incorporation gitu, yang ada Atiqah Hasiholannya. Di gedung itu, Gambir bisa ngeliat apa aja hal-hal yang dirahasiakan keluarga terdekatnya. Nah, menurut gue justru gedung inilah kunci utamanya. Gedung itu adalah sarana si Gambir buat ingetin dia ke masa lalunya dan bawa ke anak kecil misterius itu. Which is kalo dibukunya, dijelasin mateng-mateng banget. Dan lebih well-arranged kalo gue bilang.

Dan ada satu scene terakhir, dimana si Gambir keliatannya sih kaya jadi pendeta gitu ya? Ato apalah itu yang suka ada didalam Ruang Penebusan Dosa di gereja. I totally have no idea what are they trying to propose. Bener-bener gak nyambung. Cuma, ada satu line yang juga jadi poin pentingnya.

Setiap orang didunia ini pasti punya Pintu Terlarang. Yang kita butuhkan hanyalah kunci untuk membukanya.

Ngomongin line atau bottom line yang bisa diambil dari novel ini, novel ini punya banyak banget life lessons yang bisa diambil. Jangan kira buku ini cuma nyeritain tentang orang gila yang mimpi kesana-kemari dan buang-buang waktu pembaca cuma buat genuine pleasure sesaat, No. Seperti pada prolog, ketika si ‘dia’ anak kecil misterius lagi disiksa dan dari dialog ibunya yang teriak-teriak ga keruan. “Kamu tau ngga sih kamu tuh anak paling beruntung didunia! Sekarang masih bisa buang-buang makanan! Lihat diluar sana banyak anak-anak yang kelaparan tau nggak! Kamu dasar……” sisanya  harus disensor.

“Didunia ini semuanya pasti berubah, Gambir. Orangtua lo berubah, teman-teman lo berubah, diri lo sendiri juga pasti bisa berubah. Cuma satu yang gabisa berubah: Tuhan. Tuhan tetaplah Tuhan. Gabisa berubah.” – Rio.

“Kejujuran itu sifat paling sederhana didunia ini. Kok susah ya jadi orang jujur.” – Indra Sasongko.

“Kesempurnaan bukan seperti sebuah lagu yang harus selalu berakhir pada koda. Kesempurnaan tidak terjadi begitu saja. Kesempurnaan haruslah diupayakan.”

SELAMAT MEMBACA!
SELAMAT MEMBACA ULANG!🙂

11 thoughts on “Pintu Terlarang: Novel Review

    1. Interpretasi filmnya udah gue bahas sedikit loh diatas. Ga notice nih hehe tapi itu juga emang sedikit soalnya gue ga bahas interpretasi filmnya disini🙂

      Emang bagian mana yg kurang ngerti?

  1. Please write more about the novel review. I’m looking forward to reading that. And…….in english please? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s