Snow White Versions Versus

Snow White. Cerita klasik disney yang dari gue kecil tertanam dalam otak. Cewek cantik yang nyasar dihutan, on the contrary ada evil queen yang iri karena kecantikannya dan pengen si Snow White mati. Alhasil, si queen nyamar kehutan untuk ketemu Snow White, dan ngasih apel yang udah diracunin untuk dimakan dan akhirnya biar mati. Sampe pada akhirnya Snow White udah ada di sebuah rumah para kurcaci. Menunggu sang pangeran untuk mencium dan menghapuskan mantra si Ratu.

Itu cerita versi klasik Disney-nya. Sementara di 2012 ini, gue nemuin ada dua film adaptasi cerita klasik itu. Dan yang baru-baru ini gue tonton adalah Snow White and The Huntsman dan Mirror, Mirror. Which is veeeery different one another. Yah dengan keahlian gue sebagai movie reviewers amatir tingkat Malaikat Langit Kelima gue akan coba kupas satu-satu kedua film ini.

Mirror, Mirror.


Film ini adalah film tercacat yang pernah gue tonton (setelah Dark Shadows, tau kan? Dimana si Johnny Depp jadi vampir dan gue gangerti itu ceritanya tentang apa, but the movie sure should’ve been nominated for The Weirdest Sex Scene Ever). Film ini, kalo gue bilang, versi asal-asalannya Snow White. Setelah gue nonton Snow White and The Huntsman, film ini bener-bener ga ada apa-apanya dibanding itu.

Ceritanya dimulai dari sebuah kerajaan (yang jelas-jelas lebih kaya mesjid bertingkat-tingkat dengan kubah dimana-mana) ditengah laut. Lokasi kerajaan kayanya gaperlu diperdebatkan deh ya, soalnya emang dari versi originalnya juga lokasi istananya emang ditengah laut (Gila, kalo gua punya rumah ditengah laut, trus pup gua nyasarnya kemana? Hanya burung-burung elang yang tau mungkin). Di opening scene, cerita keluarga si Snow White diceritakan lewat boneka-boneka yang gue kira orang beneran sekilas. Tapi, setelah kameranya nge-zoom in gue jadi makin jijik ngeliat ada adegan Snow White bayi diangkat-angkat yang lebih mirip kaya anak kucing. Which is disgusting. Meskipun plotnya jelas, tapi   gak harus pake boneka juga kaliiii. Kaya kurang modal jatohnya. Hrr.

Begitu juga Evil Queen-nya, gue gangerti deh ini film jadinya fantasi atau komedi sih? Setelah nonton filmnya gue bisa menyimpulkan, dibilang lucu nggak (macam dijatah bagian komedinya), tapi dibilang fantasi juga agak absurd. Soalnya ada banyak creatures yang (kayanya sih) mirip naga sama film Tutur Kinular (ato apa sih???? Itu lho film Indosiar yang ada cowok mau kerumah ceweknya berubah dulu jadi uler trus otw-nya naik burung elang)  apa Tutur Binular deh? Itulah pokonya. Yang jelas, adegan ending battle Snow White sama yang disebut-sebut sebagai Beast-nya Dark Forest bener2 FAILED! Gue ga tegang sama sekali. Gak ada intens2nya.

Oke, lanjut ke Evil Queen. Di cerita asli Evil Queen, si ratu selalu ‘ngomong’ sendiri dan nanya ke kaca ajaibnya. Nah, sebenernya ini inti cerita dari filmnya. Cerminnya. Mirror, Mirror on the wall. Who is the fairest of them all. Begitu kira-kira line si Evil Queen untuk nyaritau siapa yang paling cantik didunia. Tapi tau apa? Di film ini, si Queen-nya malah kaya masuk kedalem kaca dan tiba2 langsung ada ditempat lain, bangkit dari danau, trus kaya ke gubuk. Didalem gubuk itu ada cermin lagi, dimana itu kaya another side of her. Yang ngasih advice ini itu dan macam lainnya. Absurd kan? Jauh banget dari cerita originalnya.

LAGI. Ada adegan dimana Prince William, pangeran yang HARUSNYA jadi satu2nya pahlawan yang nyium Snow White dan ngebebasin kutukan si Queen, tapi di film ini Si Queen-nya malah pengen nikahin si Pangerannya! Ditambah, pake kaya ramuan Puppy Love gitu. Jadi, ya, meskipun aneh, gue mau gamau harus nonton adegan dimana pangeran berubah sekode-kodenya jadi kaya anjing. Ngejilat-jilat, ngerangkak and kinda thing. Makin absurd.

ENDING SCENE! Diceritakan bahwa Snow White dan Pangeran menikah dan live happily ever after. Beneran deh, gue yakin nih story adaptor ato directornya bener2 ngerubah line story aslinya. Soalnya, di ending, Snow White-nya nyanyi dan somehow kaya nari-nari ala Bollywood gitu! Mungkin ada hubungannya sama sutradaranya, Tarsem Singh, yang bisa gue asumsiin, keturunan India. Jadinya, otak die kebawa deh dituangin kefilm ini. (Untung gak ada adegan intip-intipan pohon antara Snow White sama Pangeran sambil nyanyi-nyanyi dihutan. Kalo beneran ada? Naudzubillah bener-bener)

Snow White and The Huntsman.

Film ini, seperti yang udah gue ungkapkan di tulisan “Kehidupan Bioskop” lalu, keren. JAUH beda dari apa yang gue udah tonton di Mirror, Mirror. Jauh. Seriously FAR BETTER THAN THE OTHER ONE.

Filmnya lebih dark dan misterius plus dramatis. Setiap adegan dibumbui musik dan shot yang bener-bener bisa bikin kita ada didunia itu. Once the lights go off, you’ll be taken to another world, a Snow White world where you’ll never ever found in a daily life.
Gue denger-denger aktingnya Charlize Theron sebagai The Evil Queen difilm ini dipuji habis-habisan. Berhubung, ada adegan doi yang harus teriak dan bisa dibilang lebih kaya nge-scream sih. Penjiwaannya bukan main.

Adegan escape Kristen Stewart dari istana juga gue acungin jempol. Gak ragu-ragu deh. Apalagi pas adegan doi harus teriak against Troll yang mau bunuh The Huntsman pas di Dark Forest. Well, kalo gue liat sih, instead of keberadaan dia main di Twilight saga, di film ini gue jadi makin jatuh cinta sama doi.

Prince William di film ini juga jauh beda sama karakter pangeran di Mirror, Mirror. Lebih……..gentle. Dan penempatannya juga pas. Hubungannya sama cerita original klasik, bener-bener sesuai tempat. Gak lebih, ga kurang.

Endingnya, meskipun gak dijelasin Snow White-nya menikah sama pangerannya ato ngga, gue gapeduli. Yang penting, wajah full-screen kstew bisa dinikmati sepanjang film. Hueheehehehe.

COMPARATION BETWEEN THE TWO.

Kalo disuruh milih, gue lebih milih Huntsman kemana-mana dibanding Mirror, Mirror. Yah…meskipun gue emang selalu gak pernah bisa tahan sama alisnya Lily Collins, tapi tetep deh Kristen Stewart selalu menang kalo soal goda-menggoda iman. Juga, meskipun gue tau Julia Roberts selalu jadi idola, tapi tatapan Charlize Theron dan cara jalan doi sebagai The Real Evil Queen yang udah bikin gue jatuh hati sama karakternya, even more!
Dari segi plot, musik, landscapes, views, dan kualitas akting aktornya, gue lebih milih The Huntsman kemana-mana.

Sorry to say, but fuck you Tarsem Singh. Di Indo sini udah banyak film-film uler yang berubah jadi kelabang, jangan suguhi kami yang lebih-lebih lagi plissssss. Orang-orang kami udah terpatri diotaknya untuk disuguhi film porno-bin-bokep buatan orang-orang sini. Ga ngerti lagi nasib bangsa ini kalo dari paket-paket perfilman yang produksi hasil sendiri aja masih bisa dibilang gak kompeten. Udah deh. Semoga kedepan-depannya makin banyak film-film yang bisa gue compare kaya gini. Cheerio!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s