Puisi: Kacamata

Didalam bingkai kasat mata
Dibalik kaca tipis sarat syurga
Delapan segi hitam Maha-Penglihat-Segala
Dunia terasa dijungkirbalikkan sekedip saja

Ketika jendela dunia ditutup dan dikunci kuat-kuat
Ketika pintu nikmat dirusak dan dibakar
Ketika nafsu belaka tersirat ternoda
Ketika merta segunung-gunung membutakan hati mereka

Maukah kau menyadarinya?

Gelak palsu..
Aurat hina..
Canda sia..
Mata buta..

Seberapa besarkah Tuhan menciptakan rasa iri?
Hingga akhirnya kau lupa dimana Ia
Yang mencukupkanmu akan rasa kekurangan
Dan melebihimu dari yang lain

Beruntunglah engkau, hidup dengan dua mata
Gempar rasa cemas saudari diseberang sana
Keluh kesah dan rindu akan membuka lembaran dunia
Tak punya mata; tak punya iri

Kacamata ini saksinya
Kepalsuan yang kau cerna, hanyalah sampah tak guna
Kacamata ini karenanya
Kau melupakan siapa dirimu sebenarnya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s