Modus Anomali: A True Rollercoaster

Has anyone watched Modus Anomali yet?
Another goose-bump maker from Joko Anwar, another epic masterpiece.

Satu lagi film Indonesia dari Joko Anwar. Dengan judul yang “bikin bingung” dan bikin banyak orang nebak-nebak, film ini juga “menjual” posternya. Posternya, Rio Dewanto, pemeran utamanya, yang keliatannya beneran kebingungan dan bermandi peluh, dikejar-kejar sama sosok misterius ditengah hutan.

Filmnya dimulai dengan pemandangan hutan (yang keliatannya sih bukan di Indonesia) di pagi hari. Suasananya tenang, suara hewan-hewan kecil ikut meramaikan suasana pagi itu, tiba-tiba penonton dikejutkan dengan sesosok tangan yang muncul dari dalam tanah. John Evans. Yang dilanda kebingungan setelah bangun dari “mimpinya”. Mencoba mencari tahu apa dan siapa dia sebenarnya. Am not gonna blow up every single scene, you’d better watch yourself.

Setelah berpikir keras—kira-kira sepuluh jam setelah keluar dari studio bioskop—dan cari-cari referensi tentang interpretasi dan rahasia-rahasia dibalik film ini, gue udah bisa menyimpulkan sendiri. *senyum bangga*

Here they are:

1. John Evans adalah pembunuhnya dan inti dari seluruh cerita.

2. Si cewek, yang “dianggap” si John sebagai anaknya sendiri, ternyata adalah sosok misterius itu. Bisa dilihat dari adegan kejar-kejaran John dengan sosok misterius. Ternyata, yang manah-manah itu si cewek itu. Terus bisa juga diliat waktu adegan John lagi masuk ke sebuah rumah (di bagian awal-awal film), dari luar kaya ada sosok yang ngikutin dan ngebakar peti yang dipake John buat ngumpet. Itu anaknya yang cewek juga.

3. Kotak The Truth, yang isinya dua suntikan halusinasi yang dipake John buat bangun dari mimpinya, adalah sugesti untuk kembali ke ingatan yang sebenarnya. Sebelumnya, John sempet nemuin ada mayat bapak-bapak yang udah dikubur (oleh si John sendiri), dan dibadannya ada tulisan “Back to the beginning”. Nah, bapak itu sebenarnya adalah bapak dari keluarga yang ibu hamilnya dibunuh. Itu bapak aslinya.  Sementara bapak dan ibunya udah dibunuh, anaknya yang cewek dan cowok pasti ngira kalo si John itu pembunuhnya.

Makanya, pas si cewek lari-lari dan ketusuk pager berduri yang dipasang si John, si ceweknya gak diliatin, cuma suara tapak kakinya aja. Bisa dilihat lagi, waktu anaknya yang cowok lagi ngumpet di got, dan John lagi lari-lari diatasnya, dia gak keluar. Karena udah dipesenin sama kakaknya, kalo bukan bapaknya jangan keluar. Karena bapak mereka yang sebenernya udah mati.

4. Tulisan “Back to the beginning” itu adalah sugesti John untuk kembali “bangun” dari halusinasi dia, dan mencari pelampiasan adrenalin yang baru dengan subjek yang lain. Seperti pada keluarga “Marsha Timothy dan Surya Saputra”. BIsa dilihat dari adegan John yang setelah menemukan kotak The Truth, lalu menyuntikkan salah satu dari suntikan itu untuk kembali sebagai psikopat. Saat bangun, ia merasa segar kembali. Dapat dilihat raut wajah John yang sumringah setelah terbangun, menandakan adrenalinnya kembali berpacu.

Ia memutuskan untuk kembali ke pondok keluarganya yang asli (keluarga John Evans yang asli adalah foto ia bertiga dengan istri dan anaknya, dan saat ia ditelpon oleh istrinya dan anaknya, Sean, yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah Sean. Kalau tidak salah, istrinya nanya “When are you coming home?“, dan John bilang “Im done here. I’ll be home tonight.” Artinya, John sudah lama sekali pergi), dan ketika ia pergi ke pondok yang asli, ia melihat keluarga lain (Marsha dan Surya), nah disinilah adrenalinnya terpacu lagi untuk membunuh orang.

5. Video yang dibuat John, seusai membunuh keluarga Marsha hanyalah alibi. Agar seolah-olah John adalah bapak aslinya. Begitu pula dengan video pada keluarga pertama, John mengahapus seluruh video yang ada ayah dan ibunya. Dan menyisakan hanya video-video anaknya. Ia pun menorehkan tulisan “back to the beginning” diatas tubuh bapak keluarga kedua, Surya. Agar ketika ia nanti sudah sadar dan “bangun” dari halusinasinya, ia bisa kembali menjadi psikopat lagi.

Adegan terakhir, ditutup dengan adegan John Evans yang “mengubur diri”nya sendiri. Ini juga alibi agar kedua anak lelaki dari keluarga kedua, mengira ia seolah-olah akan dibunuh.

Sebelumnya, ia juga meninggalkan note yang berisi:

Ayah dan Ibumu sudah saya bunuh. Mayat ayah kalian sekarang saya sembunyikan didalam peti ditengah hutan. Kuncinya ada dalam tubuh saya. Jika kalian ingin menemukan ayah kalian, cari dan bunuh saya.

Inilah poin penting dari film ini. Sengaja atau tidak sengaja, penonton disibukkan dengan pikiran-pikiran dan pendapat mereka masing-masing pada menit-menit terakhir film. Yang ternyata, semua itu bisa dijawab dengan keseluruhan satu jam terakhir dan catatan si John ini. Twist yang dikasih Joko Anwar emang susah ditebak. Kalo menurut gue, kalo adegan terakhir (adegan John ngubur diri) dilanjutkan, maka John akan ngalamin HAL YANG SAMA seperti apa yang dimulai diawal film ini.

Film ini…gila. Film ini…..rollercoaster juga. Dari awal film, penonton akan dibawa ke dalam suasana hutan yang bener-bener bikin penontonnya ngerasa kalo mereka ada disebelah John Evans. Karena penggunaan kameranya juga kali  ya yang handheld, jadi lebih terasa tegangnya. Meskipun banyak kekurangan disana-sini, seperti misalnya adegan muntah yang keliatan banget dari selang. Dan adegan ngelepasin busur panah dari lengannya John, yang keliatannya palsu, tapi penanganannya cukup bisa diterima. Ditambah zoom yang kasar. Zoom yang terlalu close-up muka si John, bahkan ada satu adegan yang bayangan kameranya sampe keliatan, bikin film ini bisa dibilang ceroboh dalam penanganan kamera.

Tapi overall, the movie’s still good to watch along.

Bagi yang udah nonton filmnya, dan belom ngerti juga….Silahkan nonton lagi di bioskop.
Bagi yang udah nonton filmnya dua kali, dan belom ngerti juga……Coba nonton sekali lagi.
Bagi yang udah nonton filmnya, dan udah ngerti……semoga tulisan gue diatas bisa jadi referensi tambahan.
Bagi yang belom nonton filmnya, I RECOMMEND YOU TO WATCH! You won’t regret.

Again, Joko Anwar……………you’re sick!

Feel the fear. Solve the puzzle.

5 thoughts on “Modus Anomali: A True Rollercoaster

  1. TOP GAN! Salut!!! Awalnya juga gue rada gangerti tentang apa ni film. Sebelum akhirnya gue mutusin mau nonton dua kali, baca tulisan ini, setidaknya jd lebih terbantu! HEHE thanks!

  2. Iya! Ini poinnya neh..gw dah dpt bbrp setelah ntn 5 sampe 6 kali tp belom dpt poinnya juga. Harusnya lu posting lebih awal wan😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s