Broken Home, Free Sex, and Next Step

Well, kita semua tahu di sekolah formal atau sekolah lainnya. (Bahkan di sekolah luar biasa pun yang emang mengajarkan anak anaknya untuk bersikap layaknya anak seperti umum biasanya) Kita pasti tahu, kenakalan remaja atau penyimpangan remaja sering banget kita denger dari kuping ke kuping, mulut ke mulut. Sampe akhirnya kita bisa nyimpulin sendiri apa itu kenakalan remaja sebenernya.

Gue yakin sebagian besar dari remaja indonesia pasti udah pernah Broken Home.
Broken Home itu sama aja kaya Homesick. Atau sang anak/remaja ngerasa tertekan atau ngerasa gak pantes berada di rumah karena orangtua mereka yang sering berantem, mukul, atau saling caci maki satu sama lain. Pasti sang anak juga ngerasa trauma dan bisa jadi stres karena masalah itu. Dia merasa tertekan sehingga ada kemauan untuk pergi dari kenyataan, dalam artian dia ingin pergi meninggalkan semua itu, tidak mau mendengar keluhan keluhan atau pekikan keras dari orangtua mereka.
Mereka cenderung akan pergi dari rumah atau kabur. Hal ini biasa terjadi pada remaja belasan tahun. Karena jika anak dibawah umur belasan tahun, mereka belum tahu dan belum bisa memutuskan secara baik apa yang mereka akan lakukan di kemudian hari jika mereka merasa tertekan.
Dan masalahnya, anak yang cenderung tertekan adalah anak dibawah belasan.
orangtua masih berpikir bahwa mereka tidak tahu apa-apa dan orangtua bisa bebas untuk berkelahi.

Semua kasus kenakalan remaja ini saling berhubungan. Sehingga tidak akan terjadi keterbatasan dan sifat terlepas satu sama lain. Pertama, anak akan merasa Broken Home, kemudian mereka bisa saja kabur. Dan bergabung dengan teman teman mereka yang kebetulan sedang broken home juga. Mereka cenderung melakukan hal hal buruk, atau lebih tepatnya kriminal. Dan ini pun berlanjut kepada seks bebas, narkoba, dan obat-obatan. Yang membawa mereka ke masa depan yang kelam. Jadi apa langkah anda sebagai remaja?

2 thoughts on “Broken Home, Free Sex, and Next Step

  1. wah, setelah sekian lama ga baca blog nya ka himawan, terakhir baca,waktu SMA kelas 3 sekarang udah kuliah semeste 5. Aku kira postingan ini bakal lebih panjang ka.. karena sebenernya aku umur 21 tahun tapi masih ngerasain broken home. apa wajar?atau mungkin aku belum dewasa? loh ko, jadi curhat ya. anyway, keep posting ka. postingan kaka semuanya bagus ^^

    1. Hai, Tika! Yang namanya broken home menurut kaka sih semua orang bisa mengalaminya lagi dan lagi, terlepas dari berapa umur mereka atau dalam lingkungan sosial yang mana aja. Yang paling penting adalah gimana kita bisa mengatasi perasaan sendirian, diabaikan, atau dikucilkan bahkan sama keluarga sendiri. Kalo kata pepatah, “if you can’t avoid it, enjoy it.”🙂

      Iya insyaAllah bakal tetep nulis hehe makasih yaa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s